Iklan

May 1, 2026, 01:43 WIB
Last Updated 2026-05-01T08:43:35Z
DinamikaPemerintahanUtama

Mentan Amran Temukan Ketidaksesuaian Data Bibit Kelapa saat Sidak di Manado


Jurnal Manado – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pusat pembibitan kelapa dalam di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Jumat (1/5/2026). 


Dalam, sidak yang didampingi Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay, Mentan menemukan ketidaksesuaian antara laporan data dengan kondisi riil di lapangan.



Ia menyoroti jumlah bibit yang tersedia. Berdasarkan laporan awal, seharusnya terdapat 48 ribu bibit kelapa, namun setelah dicek langsung, hanya ditemukan sekitar 17 ribu bibit.


Selain persoalan jumlah, kualitas bibit juga menjadi perhatian. 


Mentan menemukan banyak bibit yang ukurannya terlalu kecil sehingga tidak layak untuk ditanam. Kondisi lahan pembibitan pun dinilai kurang terawat karena ditumbuhi rumput liar yang tinggi.


"Ini harus segera dibenahi. Kami meminta pihak kepolisian dan kejaksaan untuk turun tangan memeriksa guna memastikan di mana letak kekeliruannya," ujar Amran.


Ia menekankan langkah ini diambil bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan demi memastikan program nasional tepat sasaran. Amran mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk bekerja transparan, mengingat pemerintah telah mengalokasikan anggaran hampir Rp10 triliun untuk program pembibitan gratis bagi masyarakat.


Program ini mencakup target penanaman lahan seluas satu juta hektare untuk berbagai komoditas seperti kelapa, kopi, kakao, hingga tebu. 


Mentan pun tak segan mengancam akan memecat oknum yang terbukti melakukan penyimpangan atau meminta imbalan proyek.


Di sisi lain, Amran memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang dinilai responsif dalam berkoordinasi dengan pusat. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.


"Program ini sepenuhnya untuk rakyat. Jangan ada yang mencoba bermain-main dengan anggaran atau kualitas bibit. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas menanti," pungkasnya.


(postman)