Iklan

May 6, 2026, 23:15 WIB
Last Updated 2026-05-07T07:22:53Z
Mitra

Sensus Ekonomi Tahun 2026, Kepala BPS Mitra Randy Pratama Lumenta Berharap Pelaku Usaha Berikan Informasi Yang Jujur


Jurnal, Mitra - Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Sensus Ekonomi Tahun 2026 dengan sasaran sektor usaha dan kegiatan ekonomi baik formal maupun informal.


Kepala BPS Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Randy Pratama Lumenta, SST, MAP mengatakan 

Sensus ekonomi yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali harus disukseskan. "Sensus Ekonomi tahun 2026 harus disukseskan, Saya berharap Warga di Kabupaten Mitra dapat memberikan Informasi yang Jujur dan benar," katanya kamis 7/5/26.


Dijelaskan untuk Sensus Ekonomi Tahun 2026 pelaksanaannya akan dibagi ke dalam dua tahapan yaitu tahap pertama akan dilaksanakan di bulan Mei tahun 2026 dengan mengirimkan email kuesioner ke berbagai pelaku usaha berskala besar. Kemudian tahap kedua adalah pendataan lapangan dari Juni hingga Agustus 2026, untuk menjaring data setiap pelaku usaha yang belum melakukan pengisian kuesioner. "Dibulan berjalan ini kami juga akan turunkan petugas ke pelaku usaha besar yang emailnya sudah tidak aktif untuk berkunjung melakukan sensus. Ditahun ini juga akan kami analisis deskriptif dan dilanjutkan analisis selanjutnya, Dapat dilihat secara umum data ekonomi pada tahun 2027," jelas Lumenta. 


Untuk itu Ketua BPS Mitra memintakan pula dukungan penuh terhadap kelancaran Sensus Ekonomi Tahun 2026. Data akurat jujur agar potret ekonomi di kabupaten Mitra akurat dan kebijakan di ambil pemerintah tepat sasaran. "Saya mengajak seluruh pelaku usaha untuk ikut menyukseskan kegiatan Sensus Ekonomi, dengan memberikan data yang diperlukan baik melalui kuesioner maupun kepada petugas sensus. Petugas BPS akan datang menyambangi rumah atau tempat usaha, mohon terima dengan baik dan berikan jawaban yang benar serta jujur, Karena setiap jawaban yang diberikan adalah kontribusi nyata dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ekonomi, Sensus ekonomi akan menghasilkan peta ekonomi dan tinjauan ekonomi Indonesia, yang bisa dijadikan rujukan dalam perumusan dan penerbitan kebijakan pemerintah,” ungkap Randy Pratama Lumenta, SST, MAP.(hak)