Iklan

28 Juni 2026, 01:17 WIB
Last Updated 2026-06-28T08:17:19Z
Dinamika

FPIK Unsrat Lestarikan Spesimen Langka Ikan Raja Laut Coelacanth untuk Penelitian


Jurnal Manado — Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado resmi menjadi tempat penyimpanan dan pelestarian spesimen langka ikan Raja Laut atau Coelacanth (Latimeria menadoensis). 

Bangkai ikan purba seberat ±30 kg dengan panjang 105 cm tersebut ditemukan mengapung oleh nelayan di perairan Pulau Siladen pada Jumat (26/6/2026).

Petugas Balai Taman Nasional Bunaken (TNB) bergerak cepat mengevakuasi spesimen tersebut sebelum membusuk. Serah terima resmi dilakukan di Kantor Balai TNB kepada Wakil Dekan II FPIK Unsrat, Ir. Reiny A. Tumbol, M.App.Sc. Langkah pemindahan ini krusial untuk menjaga kondisi fisik, morfologi, serta jaringan tubuh ikan agar struktur genetik aslinya tetap utuh saat diteliti.Kepala Balai TNB, I Ketut Catur Warbawa, menjelaskan bahwa penempatan spesimen di Unsrat merupakan bentuk nyata konservasi berbasis sains (science-based conservation). "Hasil riset dari laboratorium ini nantinya akan menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi di masa mendatang," ujarnya.Coelacanth Indonesia merupakan satu dari dua spesies Coelacanth yang tersisa di dunia. Spesies ini berstatus Vulnerable (Rentan) dalam Daftar Merah IUCN dan masuk dalam Appendix I CITES, sehingga dilarang keras untuk diperdagangkan secara internasional.Di laboratorium FPIK Unsrat, tim akademisi akan melakukan serangkaian identifikasi mendalam. Penelitian meliputi analisis genetik dan DNA untuk memetakan silsilah evolusi, studi morfologi struktur fisik, serta analisis distribusi untuk menguak pola hidup dan migrasi ikan purba ini di kawasan segitiga terumbu karang dunia. Sebagai bentuk komitmen legal, pihak FPIK Unsrat akan menyampaikan laporan perkembangan pengawetan dan hasil penelitian secara berkala kepada Balai TNB.