Iklan

June 19, 2026, 00:32 WIB
Last Updated 2026-06-19T07:32:59Z
DinamikaManadoPariwisataPemerintahanUtama

Kolaborasi Dua Dinas Bangun Pariwisata Sulut


Jurnal Manado - Di tengah himpitan ekonomi yang berdampak pada daya saing, Pariwisata Sulawesi Utara terus berupaya bertahan dan bangkit. Seperti diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Sulut dr. Kartika Devi Tanos, MARS, saat diskusi bersama Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS), di Museum Negeri Pemprov Sulut, Jumat (19/06/2026)

Sektor pariwisata Sulut pada Triwulan I (Januari–Maret) tahun 2026 mengalami lonjakan performa yang signifikan dibandingkan dengan Triwulan I tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh melejitnya sektor penyediaan akomodasi, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan nusantara (wisnus), serta naiknya tingkat hunian hotel.

Kunjungan Wisman hingga maret 2026 berjumlah 11.517,naik sebanyak 161,33% dibanding maret 2025. Begitu juga kunjungan wisnus yang naik 35,66% dibanding Maret 2025. Hal ini memacu pertumbuhan ekonomi utamanya dalam memberikan PAD daerah.

Penerbangan langsung rute Korea - Manado untuk periode April hingga Juni 2026 masih tetap beroperasi secara reguler, meskipun terdapat penyesuaian jadwal penerbangan mingguan yang hanya 4 kali seminggu dari 7 kali seminggu.

"pemicunya karena ekonomi yang tidak stabil, "ungkap Devi.

Meski ditengah kondisi yang tidak menentu bukan berarti dinas Pariwisata hanya pasrah. Berbagai upaya dilakukan untuk tetap bertahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada wisman dan wisnus diantaranya, promo penginapan, transportasi, 127 desa wisata yang jadi daya tarik tersendiri, serta banyak lagi tawaran yang menggiurkan.

“Kami berusaha memberikan sesuatu yang baru kepada wisatawan, tetapi tetap membawa mereka ke destinasi-destinasi yang sudah ada. Yang terpenting adalah memahami apa yang menjadi keinginan wisatawan. Karena itu koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus dilakukan,” ujar

Meski demikian Devi mengakui Pariwisata tidak tumbuh dan bekerja sendiri, ini butuh sinergitas dengan instansi lain semisal Dinas Kebudayaan dan steak holder serta pihak swasta.

"Pastinya konsep membangun pariwisara bermuara pada 3A, yakni aksesibilitas, atraksi, dan amenitas, "jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan Sulut, Yorry Rommy Lesawengan menyampaikan,
revitalisasi museum merupakan salah satu program strategis yang mendapat perhatian langsung dari Gubernur Yulius Selvanus.

“Ketika Pak Gubernur memimpin Sulawesi Utara, saya kira sudah banyak hal yang dilakukan terkait mendukung pemajuan kebudayaan. Salah satu yang kita lihat adalah revitalisasi museum,” kata Lesawengan.

Museum kini tampil lebih modern dengan berbagai fasilitas berbasis teknologi. Setiap koleksi dapat diakses melalui barcode yang dipindai menggunakan telepon genggam, sehingga pengunjung bisa langsung memperoleh informasi dan narasi mengenai koleksi yang dipamerkan.

Selain itu, tersedia ruang imersif yang menampilkan perjalanan sejarah Sulawesi Utara dari masa prasejarah hingga era modern melalui tayangan animasi digital. Museum juga menghadirkan ruang musik tradisional dan ruang kuliner yang memperkenalkan kekayaan budaya daerah.

Transformasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak dibuka kembali pada 25 Mei hingga 17 Juni 2026, museum telah dikunjungi 4.399 orang dari berbagai kalangan.

“Ini sangat banyak dibandingkan kunjungan sebelum museum diubah. Artinya museum ini sudah mulai dinikmati masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Ke depan, Museum Sulut akan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan yang direkomendasikan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Pastinya kegiatan kebudayaan dan seni mendorong sinergitas dengan dinas pariwisata khususnya bagi saya tarik wisman dan wisnus, "katanya.


(postman)