Iklan

June 12, 2026, 19:54 WIB
Last Updated 2026-06-13T02:54:33Z
DinamikaManadoPendidikanUtama

Melampaui Pandemi dan Transisi Kurikulum: Catatan Emas Angkatan ke-X SDIT Harapan Bunda Manado


Jurnal Manado
— Suasana haru, bangga, dan penuh khidmat menyelimuti Aula Gedung IAIN Kota Manado pada Sabtu (23/06/2026). Sebanyak 88 siswa-siswi Kelas VI Angkatan ke-X SD IT Harapan Bunda resmi dilepas dalam prosesi Akhirussanah (acara pelepasan kelulusan) Tahun Pelajaran 2025/2026.


Di balik kemeriahan panggung yang diisi oleh unjuk talenta seni dan penyerahan piagam penghafal Al-Qur'an, lulusan tahun ini menyimpan cerita perjuangan yang unik. Mereka bukan sekadar lulusan biasa, melainkan generasi tangguh yang berhasil melewati berbagai fase transisi besar dalam dunia pendidikan modern.


Generasi yang Lahir dari Penjara Pandemi


Menengok kembali ke belakang, Angkatan ke-X ini memulai langkah pertama mereka di bangku sekolah dasar saat dunia sedang dicengkeram pandemi Covid-19. Akibatnya, dua tahun pertama masa sekolah mereka habis di depan layar gawai melalui pembelajaran daring (online).


Kepala Sekolah SDIT Harapan Bunda, Ustadzah Ekawati Rahayuningsih, S.AB., Gr., menyebutkan bahwa keterbatasan interaksi tatap muka di awal masa sekolah justru membentuk mentalitas yang berbeda pada angkatan ini.


"Kelulusan Angkatan ke-X merupakan angkatan terbaik yang dinamis. Mereka masuk pada masa pandemi, dua tahun belajar tanpa tatap muka langsung. Namun, mereka mampu mengejar ketertinggalan dengan sangat luar biasa saat keadaan kembali normal," ujar Ustadzah Ekawati dengan nada haru.


Menjadi Saksi Sejarah Fisik dan Kurikulum Baru

Selain tantangan adaptasi sosial pasca-pandemi, Angkatan ke-X ini juga menjadi saksi hidup dari tumbuh kembang infrastruktur sekolah, termasuk peresmian gedung baru SDIT Harapan Bunda yang representatif.


Tidak hanya fasilitas fisik, mereka juga menjadi "kelinci percobaan yang sukses" dalam fase krusial pergantian kurikulum nasional. Siswa-siswi ini mengalami transisi dari Kurikulum 2013 (K-13) menuju Kurikulum Merdeka.

Melalui Kurikulum Merdeka, para siswa ditempa dengan pembelajaran intrakurikuler yang lebih beragam. Pendekatan ini mengoptimalkan konten agar peserta didik memiliki waktu cukup untuk mendalami konsep dasar serta menguatkan kompetensi literasi, numerasi, dan karakter.


Pionir Sistem KSP dan Raih Predikat Terbaik

Ketangguhan angkatan ini diuji lebih jauh ketika sekolah menerapkan sistem Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang baru, diiringi dengan pengetatan administrasi bulanan yang gencar. Guru-guru menggenjot siswa dengan target akademik dan non-akademik yang lebih tinggi dibanding angkatan-angkatan sebelumnya.

Strategi tersebut membuahkan hasil manis. Berdasarkan hasil evaluasi komparatif dengan beberapa sekolah Islam swasta lainnya di wilayah sekitar, lulusan SDIT Harapan Bunda Angkatan ke-X ini berhasil mengukuhkan posisi di peringkat teratas.

"Mereka adalah yang pertama menerima sistem KSP, lalu digenjot dengan target tinggi. Hasilnya, saat dievaluasi bersama sekolah Islam lain, lulusan kita berhasil mendapat peringkat lulusan terbaik saat ini. Ini sangat membanggakan," tambah Ustadzah Ekawati.


Bekal Karakter dan Pesan untuk Masa Depan

Sebagai sekolah Islam terpadu, prestasi akademik tidak berdiri sendiri. Acara Akhirussanah ini juga menjadi panggung apresiasi bagi para penghafal Al-Qur'an (Tahfidz), yang diharapkan menjadi benteng moral para alumni di jenjang pendidikan selanjutnya.


Di penghujung acara, Ustadzah Ekawati menitipkan pesan mendalam sebagai bekal bagi 88 alumni baru tersebut untuk menghadapi dunia luar yang semakin kompetitif.


“Selamat atas kelulusan kalian! Ini adalah langkah awal dari petualangan baru yang lebih besar. Jadikan ilmu yang telah didapat di sini sebagai bekal berharga untuk terus belajar, berani mengejar mimpi, dan tidak mudah menyerah. Dunia di luar sana menanti karya dan prestasi kalian. Jaga akhlak, tetaplah rendah hati, dan percayalah pada kemampuan diri sendiri,” pungkasnya.


(postman)