Iklan

20 Juli 2026, 05:13 WIB
Last Updated 2026-07-20T12:13:22Z
DinamikaPemerintahanPemprov SulutUtama

Gubernur Sulut Kumpulkan Kepala SMA/SMK/SLB: Tegaskan Zero Bullying, Sukseskan Makan Bergizi Gratis, dan Instruksikan Prinsip Satu Komando


Jurnal Manado
— Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus memberikan arahan tegas kepada seluruh Kepala SMA, SMK, dan SLB se-Sulut dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Mapalus, Kantor Gubernur, Senin (20/7/2026). 
Dalam pertemuan strategis tersebut, Gubernur menekankan penguatan karakter siswa, transparansi anggaran, hingga kesiapan sekolah dalam menyukseskan program nasional.

Apresiasi Suksesnya MPLS 2026

Mengawali arahannya, Gubernur menyampaikan apresiasi tertinggi kepada para kepala sekolah dan guru atas kelancaran Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026. 

Pertemuan ini mencatat beberapa poin keberhasilan transisi siswa:

Kondusif: Pelaksanaan MPLS berjalan aman, tertib, dan terkendali.
Humanis: Masa orientasi hadir dengan pendekatan ramah anak dan menyenangkan.

Bebas Tekanan: Kegiatan bersih dari kekerasan fisik maupun tekanan psikologis.

Komitmen Mutlak Zero Bullying dan Target Zero Drop-Out


Gubernur menegaskan komitmen tanpa kompromi terhadap segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.
Aktivasi TPPK: Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan wajib aktif penuh di tiap satuan pendidikan.
Transparansi Kasus: Kepala sekolah dilarang keras menutupi kasus kekerasan demi menjaga nama baik sekolah. Penyelesaian harus adil dan berpihak pada korban.
Mutu & Integritas: Kepala sekolah dituntut menjadi motor penggerak mutu pendidikan, bukan sekadar administrasi.
Tatakelola BOS/BOSDA: Anggaran wajib dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas penyimpangan.
Zero Drop-Out: Kepala sekolah wajib peka terhadap lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang putus sekolah.

Dukungan Penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pemerintah Provinsi Sulut menyatakan komitmen total mendukung implementasi program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencetak generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Fasilitasi Total: Kepala sekolah wajib memastikan kelancaran distribusi logistik secara tertib dan higienis.
Koordinasi Aktif: Sekolah harus bersinergi intensif dengan penyedia program.
Edukasi Karakter: Memanfaatkan momentum makan bersama untuk membangun kedisiplinan dan pola hidup sehat siswa.

Benteng Karakter Era Digital dan Revitalisasi Sekolah

Menghadapi arus digitalisasi, Gubernur meminta sekolah menjadi benteng pertahanan moral siswa. Langkah preventif wajib diambil untuk melindungi siswa dari bahaya judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, narkoba, hingga kecanduan gawai. 
Peran Guru BK diminta lebih optimal dengan menghidupkan kearifan lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou dan Torang Samua Basudara.
Secara khusus, arah pembangunan sekolah diarahkan pada:
Kepala SMK: Wajib memperkuat kemitraan strategis (link and match) dengan dunia usaha dan industri (DUDI) serta mengoptimalkan sertifikasi kompetensi global.
Kepala SLB: Wajib meningkatkan kualitas fasilitas ramah disabilitas demi menjamin hak pendidikan inklusif yang setara.

Prinsip Satu Komando dan Mental Petarung


Di akhir arahan, Gubernur menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk bekerja dalam sistem Satu Komando, loyal, patuh, dan tegak lurus pada arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Kepala sekolah juga dituntut memiliki Mental Petarung yang kreatif melahirkan inovasi dan pantang menyerah menghadapi keterbatasan operasional di lapangan.

"Mari kita bersinergi erat, bekerja keras, tulus, dan berintegritas demi mencetak generasi emas Sulawesi Utara menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. 

(*)