Iklan

22 Juli 2026, 04:23 WIB
Last Updated 2026-07-22T11:23:26Z
Politik

Pemilihan Rektor Unsrat 2026, Prof Grace Dinilai Telah Memenuhi Seluruh Persyaratan


JurnalManado - Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Ir. Marthin Doddy Josias Sumajow, M.Eng., Ph.D, menilai Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes. telah memenuhi seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengikuti proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi, periode 2026–2030.

Menurut Prof. Doddy, rekam jejak administrasi Prof. Grace menunjukkan bahwa setiap tahapan penting dalam perjalanan akademik maupun kepemimpinannya telah melalui proses verifikasi oleh lembaga yang berwenang.

Ia menjelaskan, Prof. Grace diangkat sebagai Guru Besar berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi setelah melewati proses penilaian akademik di tingkat universitas maupun kementerian.

Selain itu, pada periode 2015–2019, Prof. Grace dipercaya menjabat  Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sam Ratulangi, posisi yang mensyaratkan pemenuhan aspek integritas, kompetensi, dan kelengkapan administrasi.tegasnya kepada wartawan Rabu (22/7/2026).

“Bagi saya, yang paling penting adalah bagaimana membangun Universitas Sam Ratulangi ke depan. Kampus kita membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan gagasan, memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring riset, dan menjadikan Unsrat semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional," kata Prof. Doddy di Manado, Rabu (22/7/2026).

Prof. Doddy yang juga Guru Besar Fakultas Teknik sekaligus anggota Senat Unsrat menegaskan, setiap tahapan pencalonan rektor memiliki mekanisme pemeriksaan administrasi yang ketat sehingga hanya bakal calon yang memenuhi seluruh persyaratan yang dapat mengikuti proses seleksi.

"Semua persyaratan administrasi diperiksa secara berjenjang. Apabila seorang bakal calon dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan pemilihan, berarti persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya kepada wartawan Rabu (22/7/2026).

Ia menambahkan, mekanisme tersebut telah dilalui Prof. Grace dalam berbagai tahapan karier akademiknya, mulai dari proses pengusulan Guru Besar, validasi karya ilmiah, pengangkatan sebagai profesor, pengangkatan sebagai Dekan FKM, Ketua Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat, hingga pencalonannya dalam Pemilihan Rektor Unsrat tahun 2022.

“Prof. Grace sudah dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan mengikuti seluruh tahapan seleksi setelah memperoleh penjelasan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi mengenai status administrasinya. Semuanya sudah jelas. Jadi, tidak ada yang perlu dipersoalkan, agar kita jangan lagi menabrak aturan hanya untuk menjegal kemajuan seseorang,” katanya.

Prof. Doddy mengajak seluruh sivitas akademika Unsrat melihat proses pencalonan secara objektif berdasarkan ketentuan yang berlaku, bukan berdasarkan persepsi maupun isu yang berkembang di ruang publik.

Menurut dia, kompetisi seharusnya dibangun di atas adu gagasan, program kerja, serta kapasitas kepemimpinan. Sivitas akademika, lanjutnya, berhak memperoleh ruang demokrasi yang sehat, di mana setiap calon dinilai berdasarkan prestasi dan kemampuannya, bukan melalui polemik yang menurutnya telah diselesaikan melalui mekanisme hukum dan administrasi.

"Mari kita menghormati proses Pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi Tahun 2026 dan memberikan kesempatan kepada setiap bakal calon yang memenuhi persyaratan untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerjanya secara terbuka," tegasnya.

Prof. Doddy menilai proses yang transparan dan objektif akan memperkuat kepercayaan sivitas akademika terhadap hasil pemilihan serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Universitas Sam Ratulangi semakin maju di tingkat nasional maupun internasional.

“Demokrasi akademik akan tumbuh sehat apabila ruang publik diisi dengan adu gagasan, bukan dengan pengulangan isu-isu lama yang telah diselesaikan melalui mekanisme hukum dan administrasi. Mari berkompetisi secara sehat demi kemajuan Universitas Sam Ratulangi," pungkasnya. (tl)