Iklan

8 Agustus 2026, 19:55 WIB
Last Updated 2026-08-09T02:55:54Z
PemerintahanPemprov SulutUtama

Pengabdian Hingga Nafas Terakhir : Mengenang Darwin Muksin, Birokrat Ulung Sulut yang Gugur dalam Tugas Kedinasan


Sabtu, 8 Agustus 2026
, seharusnya menjadi hari penuh warna di Kota Tomohon. Ribuan mata tertuju pada kemegahan parade Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026. 

Namun, di balik kemeriahan agenda pariwisata internasional tersebut, sebuah kabar duka menyelimuti jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulut, Darwin Muksin, S.Sos., MM., mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum (RSU) GMIM Bethesda Tomohon. 

Almarhum kolaps akibat kelelahan ekstrem saat menjalankan tugas kedinasan, mendampingi langsung Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, dalam rangkaian acara puncak TIFF 2026.

Kepergian mendadak sang birokrat senior ini menyisakan duka yang mendalam. 


Kehadiran Gubernur Yulius Selvanus yang langsung bergegas melayat ke rumah sakit malam itu menjadi bukti nyata betapa dihargainya sosok Darwin di mata pimpinan daerah. 


Jenazah almarhum kini telah disemayamkan di rumah duka di Kota Manado.


Melacak Jejak Emas Karier sang Transformator Ekonomi


Pria tangguh asal Gorontalo ini dikenal memiliki perjalanan karier yang cemerlang di lingkungan Pemprov Sulut. Kedisiplinan dan keramahannya yang khas menjadikannya figur yang dicintai rekan kerja maupun masyarakat luas.

Sebelum dipercaya memimpin Dinas Perkebunan Sulut sejak dilantik pada Februari 2026 lalu, Darwin telah mengukir deretan prestasi emas di berbagai sektor yakni 


Sektor Perdagangan: Saat menjabat Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulut, ia sukses mendongkrak devisa negara. Darwin menjadi aktor di balik layar keberhasilan fasilitasi ekspor komoditas unggulan daerah, termasuk pengiriman 18 ton ikan tuna ke Amerika Serikat dan 1.600 ton kopra ke Filipina.

Sektor Pemberdayaan: Kepiawaian kepemimpinannya juga teruji saat ia menakhodai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulut, sebelum akhirnya bergeser ke sektor perkebunan.


Warisan Kepemimpinan di Bolaang Mongondow Utara


Puncak kepercayaan pimpinan daerah terhadap kapasitas Darwin terbukti saat ia ditunjuk menjadi Penjabat (Pj) Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) periode 2024–2025. 


Selama masa kepemimpinannya yang singkat namun berdampak, Darwin fokus pada tiga pilar utama:


1. Pengakuan Kapasitas Nasional

Ia berhasil meraih penghargaan juara dalam program pemantapan kepemimpinan tingkat nasional. Prestasi ini menegaskan kualitasnya sebagai birokrat kelas atas yang adaptif terhadap tantangan zaman.

2. Akselerasi Digitalisasi Keuangan

Darwin memimpin langsung High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) berkolaborasi dengan Bank Indonesia. Langkah berani ini diambil demi menciptakan pengelolaan keuangan daerah di Pemkab Bolmut yang transparan, efisien, dan akuntabel.

3. Kesejahteraan Berbasis Kerakyatan

Ia bergerak aktif menyalurkan berbagai bantuan strategis dari provinsi langsung ke tangan masyarakat. Mulai dari beasiswa prestasi bagi siswa, dana hibah keagamaan melalui FKUB, hingga penyaluran bibit, pupuk, alat pertanian, serta bantuan UMKM untuk menggenjot ekonomi lokal Bolmut.

Lelaki yang hobi bulutangkis ini juga pernah membawa atlit muda sulut berkiprah di kancah nasional sebagai : 

- Manajer PBSI North Sulawesi 2011-2015

- Manajer Team Pra PON Bulutangkis 2015 di Banjarmasin

Kehilangan Besar Bagi Sulawesi Utara

Darwin Muksin kini telah tiada. Ia pergi meninggalkan seorang istri, Ny. Muksin Juver Efese Pangemanan, S.Sos., serta anak-anak tercinta yang melepas kepergian almarhum dengan ketabahan di tengah badai duka.


Gubernur, jajaran pejabat Pemprov Sulut, hingga masyarakat Bolmut kini kehilangan sosok pamong praja yang murah senyum, ramah, namun memiliki etos kerja luar biasa. Dedikasinya yang total bahkan hingga detik-detik terakhir hidupnya di tengah hiruk-pikuk TIFF 2026 akan terus dikenang sebagai standar tertinggi dari sebuah pengabdian kepada daerah Nyiur Melambai.Selamat jalan, Pak Darwin Muksin. Dedikasimu abadi.

Selamat jalan ipe, jasamu akan selalu dikenang

(postman)