Iklan

8 Agustus 2026, 14:25 WIB
Last Updated 2026-08-08T21:25:09Z
PemerintahanPemprov SulutTomohonUtama

TIFF ke - 14 Tahun 2026 Jadi Momentum Kebangsaan Selain Bagian Dari KEN


Jurnal Manado - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulut Anik Yulius Selvanus menghadiri langsung Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026, yang digelar di Panggung Utama Menara Alfa Omega, Pusat Kota Tomohon, Sabtu (08/08/2026).

Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tomohon, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan perhelatan TIFF. 

TIFF 2026 memiliki makna istimewa karena memasuki penyelenggaraan ke-14 dan tetap menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. ‎

Selain itu, TIFF tahun ini dinilai semakin kuat dengan semangat kebangsaan karena digelar pada bulan Agustus, bertepatan dengan momentum menuju peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”


Gubernur Yulius menilai hamparan bunga segar yang menghiasi Kota Tomohon menjadi gambaran nyata kekayaan alam, kreativitas masyarakat, sekaligus karya anak bangsa yang dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi dan pembangunan yang berkeadilan. ‎

“Collaboration of Spirit” menjadi tema utama TIFF 2026. Bagi Gubernir Yulius tema ini menggambarkan pentingnya sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku seni, sektor swasta, UMKM hingga media. ‎Semangat tersebut sekaligus menghidupkan nilai Mapalus atau gotong royong sebagai kekuatan lokal yang mampu menjadi jembatan antara tradisi Sulawesi Utara dengan panggung internasional. ‎

Tak hanya berbicara soal budaya, Gubernur Yulius juga menekankan pentingnya semangat hijau dalam pelaksanaan TIFF. Tomohon sebagai Kota Bunga sekaligus salah satu produsen bunga utama di Sulawesi Utara dinilai memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kelestarian ekosistem. ‎ Dampak ekonomi dari TIFF juga menjadi perhatian.

Sebanyak 37 petani bunga lokal secara swadaya menyiapkan sekitar 353 ribu pohon krisan untuk mendukung perhelatan tahun ini. ‎Sementara itu, terdapat 35 float yang ambil bagian dalam parade, terdiri dari 17 float besar dan 18 float kecil. Seluruh kendaraan hias tersebut diperkirakan menyerap lebih dari 210 ribu pohon bunga segar. ‎Menurut Yulius, geliat tersebut menciptakan efek domino bagi masyarakat. Kolaborasi seni dan pariwisata dapat meningkatkan pendapatan petani bunga, perajin dan dekorator, sekaligus menggerakkan sektor kuliner, perhotelan hingga transportasi.


“Keberhasilan pelaksanaan TIFF ini diharapkan membawa dampak strategis terhadap pembangunan dan kemajuan Sulawesi Utara, dan kemajuan pariwisata Indonesia,” pungkas orng nomor satu di sulut ini. 


(*)