JurnalManado - Anggota Dewan Perwskilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi- Utara (Sulut) Hendri Walukow SE saat membacakan hasil reses di daerah pemilihan (Dapil) Minut-Bitung. Rabu kemarin, politisi Partai Demokrat Sulut itu menyampaikan persoalan infrasruktur jalan yang menjadi persoalan yang diterima saat turun reses seperti jalan penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang Minut itu, terancam putus.
Diharap saat ini perhatian serius dari Pemerintah Provinsi untuk bisa melakukan perbaikan jang tersebut.
Walukow menegaskan, masyarakat sangat berharap adanya peningkatan dan perbaikan sarana-prasarana, terutama infrastruktur jalan, jalan perkebunan, serta drainase.
Diakui Anggota Komisi I DPRD Sulut, ukondisi yang dinilai paling mendesak berada di wilayah Likupang Selatan.
Henry menyebut terdapat titik jalan menuju kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang yang kondisinya sudah mengalami kerusakan cukup parah.
“Terutama jalan menuju KEK Likupang, yang jalannya sudah sepertiga ambruk dan berpotensi mengalami putus. Spotnya di Desa Kaletuan, Likupang Selatan,” tegas Walukow.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian karena ruas jalan tersebut bukan hanya menjadi akses masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan konektivitas menuju kawasan strategis pariwisata di Minut.
Sebelumnya, dalam masa reses II tahun 2026, persoalan jalan provinsi memang menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat Dapil Minut-Bitung. Selain jalan provinsi, warga juga mengusulkan pembangunan jalan perkebunan, irigasi dan drainase.
Henry pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang telah memberikan perhatian terhadap sejumlah titik infrastruktur di wilayah Minut dan Bitung.
“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov, karena perhatian beberapa spot di Minut-Bitung yang telah diperbaiki. Mudah-mudahan jalan rusak lainnya yang menjadi kewenangan Pemprov untuk bisa diperbaiki,” ungkapnya.
Diketahui dapil Minut Bitung ada delapan anggota DPRD Sulut periode 2024-2029 yaitu Eugenie Nonarine Mantiri, Priscilla Cindy Wurangian, Julitje Margareta Maringka, Berty Kapojos, Hillary Tuwo, Nick Adicipta Lomban, Henry Walukow dan Ruslan Abdul Gani.
Semuanya telah turun Kedapil untuk menyerap bahkan menerima aspirasi dari masyarakat.
Seperti Henry Walukow saat reses II tahun 2026 ia turun langsung ke desa-desa dengan menjemput hasil Musrenbang sebagai bagian dari upaya memilah aspirasi yang benar-benar prioritas di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.(tino)
