Iklan

22 September 2026, 06:17 WIB
Last Updated 2026-09-22T21:55:13Z
PemerintahanPemprov SulutPolitik

Paripurna Hut Provinsi ke 62, di Pimpin Ketua Dewan, Gubernur Yulius Selvanus Ajak Kawal Program Strategis Presiden Prabowo



JurnalManado – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulut, Selasa (22/9/2026).
Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B., KBD, didampingi para Wakil Ketua DPRD, dr. Michaela E. Paruntu, MARS, Royke A. Anter, dan Stela Runtuwene. 

Agenda sakral ini turut dihadiri oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, serta Wakil Gubernur Sulut, Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus memaparkan berbagai poin keberhasilan pembangunan daerah di semua aspek. Ia juga mengapresiasi penuh dukungan nyata dari Pemerintah Pusat yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di bumi Nyiur Melambai.
Gubernur menegaskan bahwa sebagai pilihan rakyat, Sulawesi Utara berkomitmen penuh untuk berdiri tegak dan berada dalam satu komando untuk menyukseskan program strategis nasional yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Adapun tiga klaster program strategis nasional yang saat ini tengah dipacu di Sulawesi Utara meliputi:

1. Sektor Pendidikan (Sekolah Rakyat)
Pemerintah Provinsi Sulut mendukung penuh pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRMP)
 21 Manado dan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulut di Minahasa. 

Selain itu, percepatan juga dilakukan untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Minahasa Utara (Minut) dan Bolaang Mongondow (Bolmong), serta SMA Nusantara di Langowan.

2. Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Hingga 18 September 2026, implementasi program MBG di Sulawesi Utara menunjukkan progres yang sangat signifikan. Saat ini telah terbentuk 180 Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG), dengan 173 di antaranya sudah aktif beroperasi penuh dan menjangkau 3.229 sekolah.
Dampak positif program ini telah dirasakan langsung oleh 419.829 penerima manfaat, yang terdiri dari 325.284 siswa dan 28.501 tenaga pendidik. Selain itu, intervensi gizi spesifik juga menyasar kelompok 3B, yakni 4.588 ibu hamil, 12.183 ibu menyusui, dan 49.273 anak balita.


3. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)
Sebagai fondasi utama penguatan ekonomi kerakyatan berbasis desa, pembentukan KDKMP di Sulawesi Utara telah mencapai target 100 persen dengan total 1.838 koperasi yang terbentuk. Program ini didukung penuh lewat optimalisasi pemanfaatan lahan pemerintah di 962 titik, pembangunan gerai fisik di 263 lokasi, serta penyaluran armada kendaraan operasional jenis pickup untuk kelancaran logistik usaha warga. (tino)