Iklan

4 September 2026, 06:08 WIB
Last Updated 2026-09-04T13:08:19Z
Pemprov SulutUtama

Wisuda Bersama IAIK dan STIMIK Multicom, Gubernur Yulius Selvanus Ajak Pemuda BMR Jadi Pencipta Peluang Kerja


Jurnal Kotamobagu – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, mengajak generasi muda Bolaang Mongondow Raya (BMR) untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja. Sebaliknya, lulusan perguruan tinggi harus tampil sebagai pencipta peluang, inovator, dan penggerak pembangunan daerah.Hal tersebut ditegaskan Gubernur saat memberikan kuliah umum bertajuk “Peran Generasi Muda BMR dalam Mewujudkan Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan” dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Bersama IAIK dan STIMIK Multicom Kotamobagu di Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jumat (04/09/2026).

"Jangan hanya menunggu pekerjaan. Berani menciptakan peluang, membangun usaha, berinovasi, dan terus meningkatkan kompetensi," ujar Yulius di hadapan civitas akademika dan para wisudawan.Dalam pemaparannya, 

Yulius membeberkan sejumlah indikator makro pembangunan Sulut hingga Triwulan II 2026. Pertumbuhan ekonomi Sulut tercatat positif di angka 5,42 persen. Selain itu, angka kemiskinan daerah mampu ditekan hingga 6,32 persen, jauh lebih rendah dari angka kemiskinan nasional yang berada di level 8,47 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut tahun 2025 juga tercatat tinggi, yakni 76,32 dibanding nasional sebesar 75,90.Meski demikian, Gubernur mengakui daerah masih menghadapi tantangan besar pada sektor ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulut pada Triwulan II 2026 menyentuh 5,85 persen, berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 4,85 persen.Guna mengatasi tantangan tersebut dan menyelaraskan dengan visi RPJPD Sulut 2025–2045, 

Pemprov Sulut terus menggenjot berbagai sektor strategis:

Pendidikan & SDM: Pembangunan SMA Taruna Nusantara Langowan, revitalisasi 50 sekolah, serta program upskilling di Balai Latihan Kerja (BLK).

Konektivitas Global: Pengembangan rute penerbangan langsung internasional Manado–Korea dan Manado–China untuk membuka peluang ekonomi baru.

Kesehatan & Pariwisata: Percepatan intervensi stunting, pemerataan tenaga medis, hingga pengembangan sport tourism lewat revitalisasi Kolam Renang Ranowangun dan Pacuan Kuda di Minahasa.Menutup arahannya, Yulius mengingatkan para wisudawan bahwa gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Ia meminta lulusan baru terus beradaptasi dengan perubahan dunia yang cepat, menjaga etika, serta mengutamakan integritas dalam berkarya.

(*)