Jurnal Manado – Turnamen bulutangkis bergengsi VUGE Series Two resmi berakhir dengan menyajikan partai final yang penuh drama dan ketegangan. Pasangan ganda putra tangguh, Ipul/Zidan (PB. Pelita), berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan perlawanan sengit dari duet Icat/Bobby (PB. Taktik) dalam permainan dua set langsung.
Sejak awal laga, atmosfer pertandingan sudah memanas. Pada set pertama, Ipul/Zidan tampil sangat dominan. Mereka sukses meredam pola permainan agresif dari Icat/Bobby. Alhasil, jual-beli smash keras yang menjadi andalan kedua pasangan tidak dapat berkembang bebas. Ipul/Zidan pun menutup game pertama dengan keunggulan meyakinkan, 21-13.
Memasuki set kedua, tensi pertandingan semakin memuncak. Tertinggal di set pertama memaksa Icat/Bobby memutar otak dan mengubah strategi. Icat mulai berani bermain taktis lewat bola-bola pendek di depan net. Strategi ini berjalan mulus; bola tanggung pengembalian lawan langsung disambar oleh Bobby dengan smash keras yang berbuah poin demi poin.
Icat/Bobby bahkan sempat berada di atas angin dan menyentuh game point dengan keunggulan meyakinkan 20-16. Kemenangan set kedua seolah sudah berada di depan mata mereka untuk memaksa terjadinya rubber game.
Namun, mental juara berbicara. Di tengah tekanan kritis, Ipul tampil dengan ketenangan luar biasa. Ia dengan cerdik meladeni permainan net tipis yang diperagakan Icat. Perlahan tapi pasti, Ipul/Zidan merebut poin demi poin, menggagalkan empat kali game point lawan, hingga memaksa terjadinya deuce atau jus di angka 20-20.
Dalam momentum ketat dan penuh ketegangan tersebut, Ipul/Zidan berhasil mempertahankan fokus mereka. Sebaliknya, Icat/Bobby harus menyerah setelah tikungan maut di poin kritis menyudahi set kedua dengan skor 22-20 untuk kemenangan Ipul/Zidan.
Apresiasi Ketua PB. VUGE dan Tatap Grand Final 2026
Kesuksesan gelaran ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua PB. VUGE, Suratman. Ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh peserta yang setia mengikuti kompetisi sejak VUGE Series One hingga Series Two, serta kepada para suporter di Kota Manado yang selalu memadati arena.
"Terima kasih kepada para atlet yang telah berpartisipasi. Saya sangat bangga karena turnamen ini tidak hanya diikuti oleh atlet senior, tetapi juga menjadi panggung kolaborasi di mana atlet kategori usia dini hingga remaja bisa membaur dan bertanding bersama para senior," ujar Suratman.
Selesainya Series Two ini sekaligus menjadi jembatan menuju turnamen puncak yang diprediksi akan jauh lebih meriah. Suratman membocorkan bahwa Final VUGE Series 2026 akan digelar pada pertengahan November mendatang.
"Tentunya kami berharap akan lebih banyak lagi pemain usia dini dan remaja yang ikut berpasangan dengan para senior di ajang Final VUGE Series 2026 nanti. Kami juga mengundang perwakilan klub lain yang belum sempat ambil bagian untuk segera mendaftar dan meramaikan partai final nanti," pungkasnya.
Diketahui peringkat tiga diduduki pasangan Su/Haidir dan Ropan/Maleke.
(*)
