Header Ads

Tumundo : Pengangguran Tertinggi di Kota Bitung

Kadis Nakertrans Sulut Erny Tumundo
Jurnal,Manado - Semakin berkembangnya dunia pendidikan dan Kemajuan teknologi secara otomatis persaingan Sumber Daya Manusia semakin tinggi. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan tenaga kerja terutama bagi pencari kerja tingkatan Sekolah Menengah Atas /Kejuruan Sarjana (S 1). 

Untuk mengantisipasi peningkatan SDM maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya mengurangi angka pengangguran salah-satunya melalui pelatihan tenaga kerja untuk menyesuaikan dengan kebutuhan investor.

"Saat ini Balai Latihan Kerja terus melakukan upaya untuk peningkatan keterampilan bagi calon - calon pencaker sehingga mereka bisa bersaing," kata Kadis Dinakertrans Erny Tumundo, saat diwawancarai diruang kerjanya, Kamis (15/02/2018). Sembari mengatakan saat ini ada sekira 1000 orang.

Ia juga menjelaskan, pihaknya telah menerapkan uji kompetensi bagi pencaker yang mengikuti pelatihan.

"Jadi mereka itu mendapatkan dua sertivikat yaitu sertivikat pelatihan dan sertivikat uji kompetensi. Ini salah satu cara peningkatan SDM sehingga ada nilai tawar ketika mereka akan dipekerjakan pada perusahaan,"kata Tumundo.

Meski demikian, Tumundo mengakui ada hal - hal yang prinsip dalam meningkatkan SDM sehingga dapat bersaing yaitu didunia pendidikan.

"Perlu perbanyak sekolah kejuruan industri dan kejuruan lainnya yang dibutuhkan dimasa yang akan datang. Pun dengan universitas yang merekrut calon mahasiswa agar disesuaikan dengan disiplin ilmunya. Pertumbuhan industri masa kini dan akan datang seperti jamur yang terus bertumbuh sehingga perlu dipersiapkan tenaga kerja khususnya yang hanya lulusan SMK dan langsung bekerja. Begitu juga ketika akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, universitas harus selektif dalam menerima mahasiswa, harus sesuai bidang atau kejuruannya," jelas Tumundo.

Ditambahkan Tumundo, saat ini data yang mereka terima untuk angkatan kerja sebanyak 1,2 juta jiwa. Pengangguran tertinggi di Kota Bitung.
"Ada sekira 12 ribu tenaga kerja yang dirumahkan karena kebijakan perusahan - perusahaan perikanan di bitung," pungkasnya.(man)

No comments

Powered by Blogger.