Iklan

July 29, 2013, 07:30 WIB
Last Updated 2013-07-29T14:30:16Z
BoltimUtama

Saptono "Didepak" Dari DCS Partai Hanura

Jurnal Manado, Boltim – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Bolaaang Mongondow Timur (Boltim) menyatakan menolak Saptono Paputungan masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCT), seperti ungkapan Ketua Partai Hanura Boltim Candra Modeong kepada Jurnal Manado Senin (29/07).

Dikatakannya ada 3 dasar mengapa Partai Hanura Boltim menolak Saptono Paputungan tidak masuk dalam DCS,  pertama mengenai Surat penegunduran dirinaya dari Partai Republikan, kedua Pribadi hanya masukan berkas yang di Fotocopy, ketiga karena dirinya sudah terlibat kasus Makan Minum (MaMi).

“ Saya rasa langkah dari Partai Hanura sendiri sudah tepat, dikarenakan ketiga pernyataan sikap Partai Hanura yang telah dijadikan alasan mendasar penolakan Saptono.” Ujarnya
Memurut Modeong, Saptono dalam banyak hal membuat hubugan antara Partainya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Republikan Sulut dan Partai Hanura terjadi kesenjangan karena komunikasi Saptono dengan Partai asal tidak terjalin dengan baik.
“ Saya rasa Saptono sendiri tidak layak untuk masuk dalam partai Hanura, dikarenakan komunikasi antara Partai Hanura dengan Partai Republikan menjadi kurang baik dengan adanya ulah dari Saptono.” Tegasnya

Ditambahnkannya lagi, disini kita melihat Saptono tidak mempunyai kesungguhan dengan partai Hanura. Dikarenakan dengan apa yang menjadi persyaratan Partai tidak pernah diseriusi.

“ Akibat adanya ketidakseriusan dengan Partai, kami menilai bahwa Saptono sendiri hanya pemainkan Partai Hanura.” Ujarnya

Saat dikonfirmasi ke Saptono Paputungan Senin (29/07), mengatakan dirinya tinggal pasrah dengan apa yang menjadi keputusan dari Partai Hanura, karena menurutnya berkas pemberhentian dari DPRD telah dijalankan.

“ Saya kan sudah melengkapi semua berkas pemberhentian dari DPRD, jadi kalau itu sudah menjadi keputusan Parta Hanura, mau apalagi. Saya sudah pasrah.” Ujarnya

Ditanya terkait keterlibatan dana Mami, dirinyapun enggan memberikan komentar.
“untuk maalah itu saya no Coment.” Tandasnya (Billy)