Header Ads

Keseringan Padamkan Listrik, Pemkot Kotamobagu bakal menyurati PLN


Jurnal,Kotamobagu- Pengelolaan listrik di Kotamobagu terus menuai kritik dari masyarakat. Hampir tiap hari, pemadaman listrik terjadi di daerah ini, bahkan kadang lebih dari lima jam. Ini terlihat, Selasa (6/5) kemarin, sejak pukul 9.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita, listrik disebagian Kotamobagu mati. Akibatnya, pelayanan beberapa kantor terhambat, seperti terlihat di kantor SKPD Kelurahan Mogolaing.
Wali Kota Ir Tatong Bara prihatin dengan kondisi ini.

Saat rapat bersama seluruh kepala SKPD yang digelar di ruangan wali kota, orang nomor satu ini meminta kepada sekretaris kota (Sekot) untuk menyurati PLN mempertanyakan hal ini. “Ibu wali kota prihatin dengan kondisi sering matinya listrik di Kotamobagu. Apalagi menghadapi momen besar bulan ini yakni Kotamobagu sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi dan ulang tahun Kotamobagu. Bahkan ia meminta kepada sekot agar segera mengirim surat resmi terkait hal ini,” kata Kepala Bagian Humas Sitty Rafiqah Bora.

Menghadapi momen penting tersebut, wali kota berharap kerjasama dari PLN Kotamobagu. Ia meminta jaminan kepada PLN agar H-2 hingga pelaksanaan HUT KK, listrik di Kotamobagu tidak dipadamkan. “Pada acara MTQ tingkat provinsi ini, seluruh kontingen dari 15 kabupaten di Sulut akan datang di Kotamobagu. Untuk itu diharapkan semua pihak bisa mendukung kegiatan ini termasuk PLN,” harap wali kota seperti yang dikutip kabag humas.

Ditempat terpisah, Tien Marasabessy warga Kopandakan juga menyesalkan pemadaman tanpa pemberitahuan ini. “Tape usaha dirumah buka mesin foto copy. Kalau mati listrik bagini, torang rugi kong for bayar tagihan di Bank gimana ini,” kesal PNS dilingkup Pemkot ini.

Sementara itu, Manager PLN Area Kotamobagu James Kalangi saat dikonfirmasi mengatakan, pemadaman listrik ini dikarenakan terjadi gangguan jaringan Sulawesi Utara dan Gorontalo. “Ada gangguan jaringan. Selain itu, kita juga sedang melakukan perbaikan jaringan. Akibatnya, sebagian wilayah mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” terangnya. (sdb)
Diberdayakan oleh Blogger.