Header Ads

Cinta Dalam Hati


Kau tau? Ada seseorang yang mengagumimu tanpa kamu tau. Dia adalah aku, pengagum rahasiamu. Atau mungkin lebih tepatnya, pengagum yang tak diketahui olehmu.


Kau tau? Aku mengagumimu sebelum aku melihatmu. Aku mengagumimu tanpa harus mengenalmu. Apa kau tau bagaimana bisa aku mengagumimu seperti itu? Entahlah, aku sendiripun tak yakin kau akan percaya dengan itu. Apa kau percaya jika aku hanya merasa tak asing dengan namamu? Apakah menurutmu itu cukup untuk menjadi satu-satunya alasan aku mengagumimu? Entahlah, yang jelas aku mengagumimu!

Siang itu, menjadi awal perasaan kagum ini muncul. Tanpa sengaja aku mendengar namamu disebut menjadi salah satu pemain sekolah kita di kejuaraan nasional. Sama sekali saat itu aku tidak tahu siapa kamu. Ya, seperti yang aku bilang tadi, aku hanya merasa tak asing dengan namamu. Pikirku, mungkin kau hanya seorang senior yang tak terlalu populer.

Tapi apa kau tau, apa yang selanjutnya aku lakukan? Aku mencari tau siapa kamu. Ya, aku penasaran tentang siapa kamu. Yang aku dengar saat itu, kau sudah sering menjuarai turnamen internasional bersama timmu. Dan sekarang walaupun kau sudah mempunyai nama besar, kau tidak lupa pada sekolah kita. Mungkin itu awal aku mengagumi seorang dirimu.

Sejak saat itu, aku mulai rajin mencari informasi tentang kamu. Serasa tak ada kata cukup untuk itu. Mulai dari akun sosial mediamu hingga menonton pertandinganmu. Kuakui kau manis, dan bahkan aku salah. Ternyata kau bukan seorang senior, ternyata kita satu angkatan.

Kau tau? Bagaimana lelahnya mengagumimu seperti ini? Hanya bisa melihatmu dari jauh, tersenyum saat kau tersenyum, hanya bisa memberimu semangat lewat do’a, berharap Tuhan akan menyampaikannya padamu. Mungkin jika kau tau, kau akan berpikir bahwa aku bodoh. Ya, aku sendiripun pernah berpikir seperti itu. Tapi kemudian aku sadar, aku mengagumimu!

Kadang aku merasa ragu untuk mempertahankan rasa kagum ini. Namun kadang ada rasa ingin menjadi seseorang yang selalu ada bersamamu. Menjadi seseorang dibalik keberhasilanmu. Hahh! Siapa aku? Aku bukanlah siapa-siapa. Sedangkan kau? Kau punya segalanya. Nama besar dan segudang prestasi.

Kau tau? Aku tak pernah mengagumi seperti ini sebelumnya. Apalagi seseorang yang tak pernah kukenal. Kau tau? Aku tak pernah lupa menyebut namamu disetiap 5 waktuku.

Kau tau? Semakin hari, semakin aku mengagumimu, semakin aku takut juga perasaan kagum ini akan berubah menjadi lebih. Semakin hari semakin aku terpesona olehmu. Semakin berdebar hati ini saat melihatmu. Ya, aku rasa, rasa kagum bisa berubah menjadi rasa ingin memiliki.

Semakin hari, rasa ini semakin nyata. Mungkin aku menyayangimu. Aku selalu ingin di dekatmu. Aku selalu menonton pertandinganmu. Walaupun kau tak pernah tau itu. Aku semakin berharap padamu.

Sampai akhirnya, aku tau bahwa kau sudah mempunyai seseorang spesial yang bisa selalu ada di dekatmu, yang bisa membuatmu tersenyum, dan menyemangatimu tanpa harus lewat do’a. Jauh berbeda dengan aku bukan? Ya, dia kekasihmu yang selama ini tak pernah ku tau.

Namun ternyata itu tak membuatku menyerah. Kau tau? Bahkan disaat aku tau kau sudah mempunyai seseorang spesial untukmu, aku masih bertahan dengan perasaan ini, masih setia mendo’akanmu. Aku lebih memilih seolah tak tau apa-apa. Bukannya aku mau bersikap bodoh, aku hanya mencoba tetap bertahan sejauh mana aku bisa bertahan.

Kau tau? Aku pernah dengan bodohnya meminta Tuhan untuk mendekatkan kita. Hahh lucu yah! Siapa aku? Beraninya meminta Tuhan mendekatkan aku denganmu.

Mungkin kau bertanya-tanya, mengapa aku tak mencoba mendekatimu dan berkenalan denganmu? Alasanku sederhana, aku takut nantinya aku akan semakin berharap padamu.

Kadang aku menyesal, mengapa tak kubuang rasa ini agar tak berkembang? Mengapa tak kubunuh saat rasa ini terus tumbuh? Aku hanya berharap, agar suatu saat aku tak jatuh terlalu dalam oleh rasa yang kubuat ini.

Ya, mungkin mengagumimu dari jauh seperti ini lebih baik. Biarlah hanya aku dan Tuhan yang tau. Aku hanya bisa mendo’akan yang terbaik untukmu. Mendo’akan keberhasilanmu, dan tentunya bahagia bersamanya.

Dan kau, Kau hanya perlu menerima apapun yang Tuhan berikan. Karena mungkin salah satu darinya adalah aku yang memintanya untukmu.

Dari aku, Sang pengagum yang tak diketahui olehmu.

Cerpen Karangan: Lia Pangestika
Diberdayakan oleh Blogger.