Iklan

4 Maret 2020, 21:25 WIB
Last Updated 2021-01-21T11:59:56Z
Minut

Diduga Toko Modern Rusak Perekonomian Masyarakat Sulut, Sambiran Janji Akan Gelar Unras Tutup Toko Modern

Minahasa Utara - Keberadaan investor raksasa yang bergerak pada usaha toko-toko modern di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), disinyalir telah merusak kemampuan berkembang perekonomian dan bisnis masyarakat bawah.
Mengaku lelah menerima pengeluhan masyarakat, maka sebagai Lembaga Sosial Kontrol yang kritis, LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia Wilayah Teritorial Sulawesi Utara (LSM GMBI Wilter Sulut) pun membidik usaha-usaha tersebut.

Ketua GMBI Wilter Sulut Howard Hendrik Marius melalui Panglima Jimmy Sambiran, mengatakan hal tersebut, kepada awak media.
Iklan Bawaslu

“Sangat disayangkan, keberadaan toko-toko modern ini beroperasi di Tanah Tonsea (Kabupaten Minahasa Utara), Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) langsung mati. Kenyataanya toko-toko modern ini, tidak pernah mengakomodir usaha dari para pelaku UMKM di Minut,” sembur aktivis yang akrab disapa Jemmy Peks itu.

Makanya, sebagai LSM yang paling vokal mendongkrak suara rakyat ini berjanji dalam waktu dekat ini akan menggelar unjuk rasa menutup semua toko-toko modern yang beroperasi.

“Ditutup saja dulu sampai protap diikuti, yang pasti dalam waktu dekat ini, kami dari LSM GMBI akan mengerahkan seluruh pasukan yang ada, untuk menutup toko-toko modern ini,” tukas Sambiran.

Dirinya juga mengatakan, GMBI akan terus mendalami serta menseriusi masalahan ini serta masalah lainnya, apalagi terkait masyarakat bawah.

“Untuk itu kami meminta pihak toko-toko modern menindaklanjuti hal tersebut,  apalagi GMBI sudah menggelar audiens bersama salah satu toko modern yang berada di Minut,” tandas Peks. (Rival)