Header Ads

Terkait Penyebaran Virus Corona di Sulut, Kathianda Minta Eksekutif Dan Legislatif Minut Jangan "Tidur"

JurnalMinut - Penyebaran wabah Virus Corona begitu cepat menyebar keseluruh dunia sehingga WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), telah mengumumkan bahwa penyakit Virus Corona COVID-19 yang telah melanda setidaknya 114 negara, telah membunuh lebih dari 4.000 orang secara resmi menjadi pandemi, Rabu, 11 Maret 2020 silam.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah menyurati dan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengumumkan darurat nasional Corona.

Di Kota Manado kemarin gempar oleh pengakuan reami pihak RSUP Prov Kandow yang mana salah satu pasien yang dirujuk oleh RSU Pancaran Kasih, ternyata sudah positif terkena Corona.

Kalau di Kabupaten-kota lain seperti Kota Kotamobagu, Kepala Dinas Kesehatan sendiri telah mewarning semua pedagang untuk tidak main-main dengan permainan bisnis masker sehingga terjadi kelangkaan.

Ironinya di Kabupaten Minahasa Utara, pemerintah Kabupaten Minut dan DPRD Minut malah terkesan diam dan belum ada reaksi sama sekali menyikapi pandemi Virus Corona.

"Pertama, mewakili masyarakat Minut, saya minta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara jangan menutup-nutupi informasi mengenai Virus Corona di Sulawesi Utara. Mau benar atau hoax, pemerintah harus transparan," kata Ardiles Kathiandago masyarakat Airmadidi, Sabtu (14/3/2020).

Ardiles sendiri menilai sampai detik ini khususnya Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara belum ada reaksi signifikan seperti tindakan serius menghadapi masalah internasional ini.

"Sesuai berita yang ada, di Sulawesi Utara sudah ada yang terkena Virus Corona. Tapi kenapa pemerintah Kabupaten Minahasa Utara seolah cuek. Jangan tinggal diam sebab keselamatan rakyat juga adalah tanggungjawab pemerintah," katanya.

Di Minut sendiri, sesuai penelusuran Ardiles, sudah terjadi kelangkaan persediaan penutup mulut/hidung (masker) di pasaran.
"Silahkan survey, sampai hari ini Masker tersebut sudah langka di Minut. Ada apa, kenapa dan bagai mana sehingga terjadi kelangkaan itu, itu adalah tugas Eksekutif-Legislatif Minut. Jangan tinggal diam dan masa bodoh padahal masyarakat di dunia sudah galau dan ketakutan atas serangan Virus Corona ini," tukas Ardiles.

Minimal, dikatakan Katiandagho, Eksekutuf dan Legialatif harus segera membentuk Tim yang berfungsi untuk melakukan pantauan dan pengawasan ekstra ketat, turun lapangan agar masyarakat merasa terlindungi dan diperhatikan," semburnya.

Sesuai pantauan media ini, di beberapa toko serba ada (toserba) di Kabupaten Minahasa Utara, keberadaan masker sudah mulai mengalami kelangkaan. Jika barangnya ada, pembelian tidak gampang atau hanya orang-orang tertentu saja yang mudah memperolehnya. (Rival)
Powered by Blogger.