Header Ads

BK:DPRD Perlu Koordinasi Dengan BPK, Terkait Penggunaan Dana Reses di Alihkan Beli Sembako

JurnalManado - Usulan Anggota dewan perwakilan rakyat (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara Berty Kapojos (BK) S.Sos terkait dengan usulan dana reses yang biasa di gelar pada bulan April ini, tidak bisa dilaksanakan karena dampak virus corona atau covid 19.

Salah untuk memutuskan mata rantai virus ini adalah tidak bisa kumpul-kumpul di suatu tempat.

Sebagai wakil rakyat,pihaknya mengusulkan dana reses bisa di geser untuk membantu masyarakat yang membutuhkan untuk dibelikan sembilan bahan pokok (sembako).

Sembako diberikan kepada masyarakat yang sesuai imbauan pemerintah. Masyarakat bekerja di rumah jangan dulu untuk beraktifitas, sehingga masyarakat yang hanya pekerja buruh,tani tidak bisa bekerja yang tentunya kalau sudah beraktifitas di dalam rumah maka tidak akan menghasilkan.

Untuk itu sebagai Anggota DPRD Sulut, mengusulkan kepada pimpinan Dewan untuk bisa berkonsultasi dengan pihak BPK RI apakah dana reses bisa dialihkan untuk membeli sembako.

Supaya lebih jelas jika BPK RI mengijinkan dana itu bisa bergeser untuk kebutuhan masyarakat, sebagai wakil rakyat berharap ada surat resmi dari BPK RI yang diberikan kepada Pimpinan Dewan Sulut.

"Sebagai Anggota DPRD, pihaknya setuju untuk dana reses dialihkan untuk pembelian sembako untuk diberikan kepada masyarakat karena virus corona atau covid 19.

Karena masyarakat kebawah tidak bisa bekerja atas anjuran pemerintah. Sehingga masyarakat bawah butuh sembako.

Dia berharap pimpinan Dewan Sulut berkonsultasi ke BPK RI dan meminta surat resmu agar tidak TGR," tegas Ketua Komisi lll DPRD Sulut kepada JurnalManado.com Rabu (1/4/2020) melalui whatsup pribadinya.

Senada dengan itu Anggota Dewan Sulut Amir Liputo SH sejalan dengan usulan Anggota DPRD Sulut Berty Kapojos S.Sos untuk dana reses di usulkan untuk dibelikan sembako untuk diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu,tetapi perlu ada konsultasi dengan BPK RI.(tino)
Diberdayakan oleh Blogger.