Header Ads

Tinjau Potensi Perikanan Sulut, Menteri KKP Janji Berikan Kemudahan Perizinan Kapal Bagi Nelayan Sulut

Jurnal Manado - Foto unggahan di Facebook Gubernur Sulawesi Utara Olly bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo sedang memegang ikan malalugis ketika meninjau Tempat Pelelangan Ikan Tumumpa di Manado, ternyata mempunyau arti mendalam.

Dimana merupakan simbol bangkitnya sektor perikanan Sulut. Tak hanya menyambangi TPI Tumumpa. Keduanya juga ikut meninjau lokasi tambak udang di PT. Celebes New Hope, Kabupaten Minahasa Selatan sekaligus membagikan bantuan sebanyak 198 paket sembako bagi warga terdampak covid-19 di Desa Bajo.

“Saya melihat Sulut punya potensi yang sangat besar, wilayah penangkapan ikannya sangat luas kalau kita melihat provinsinya sebelah utaranya laut, sebelah selatannya laut, belum lagi didaratannya banyak sekali sumber perairan darat yang bisa dioptimalkan baik itu untuk budidaya perikanan maupun untuk budidaya yang lainnya,” kata Menteri KKP Edhy Prabowo.

“Sulut tidak hanya sebagai pulau terujung perbatasan tapi Sulut adalah daerah yang menghasilkan devisa negara besar dan sangat berpotensi menghasilkan devisa yang besar lagi, di sektor kelautan dan perikanan kami melihat banyak hal yang hanya satu kebijakan kita ambil ini bisa berjalan salah satunya adalah bagaimana kita akan menghidupkan bitung, kawasan ekonomi khusus di bitung dan kita akan mengembangkan seluruh daerah perairan di pesisir Sulut ini,” lanjutnya.
Untuk memajukan sektor perikanan Sulut, Menteri KKP juga menjanjikan bantuan kepada Pemprov Sulut termasuk kemudahan perizinan kapal bagi nelayan.

“Seandainya saja kita semua fokus sama-sama berkontribusi saya sangat yakin sektor kelautan dan perikanan, sektor perikanan budidaya dan sektor perikanan tangkap akan menjadi unggulan pertama di Sulut . Kami berkomitmen untuk membantu silahkan Pak Gubernur cukup kirim kadis provinsi, kadis kabupaten untuk mengingatkan kami apa yang dibutuhkan disini. Insya Allah kami segera penuhi,” ungkap Menteri KKP.

“Sebagai misalnya yang menjadi keluhan tentang ijin perikanan tangkap dulu berhari hari berbulan bulan bahkan ada yang bertahun tahun tidak mendapatkan izin, atas perintah bapak Presiden Jokowi cukup satu jam saja. Jadi ini semua kita buktikan dan kita sudah lakukan sampai sekarang sudah hampir empat ribu ijin selesai,” sambungnya.

Menteri KKP juga memastikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus izin untuk kapal di atas 30 GT melalui online sehingga tidak perlu pergi ke Jakarta untuk mengurusnya.

“Karena untuk kapasitas online itu antri belum datanya agak susah nah untuk mengatasi itu saya mengambil langkah lain Pak Gubernur. Ini kalau ada masyarakat Sulut meminta ijin diatas 30 GT kita sudah permudah semua dan tidak perlu ke Jakarta, cukup dengan online kalau memang kebetulan di Jakarta ya nggak masalah juga mampir,” imbuhnya.
Menurut Menteri KKP, kebijakan untuk mempermudah pengurusan izin merupakan arahan Presiden Jokowi untuk meningkatkan investasi di sektor perikanan.

“Perpanjangan izin kita permudah, supaya di halaman bapak ibu semua sudah ada investasi triliunan tapi investasi ini kita lihat sendiri mangkrak banyak karyawan dirumahkan padahal cukup satu kebijakan seorang menteri ini bisa jalan. Ada dua hal yang Bapak Presiden memintakan kepada saya yang pertama bangun komunikasi dengan nelayan, kemudian yang kedua membangun perikanan budidaya,” katanya.
Disamping itu, Menteri KKP juga menyinggung besarnya potensi tambak udang untuk meningkatkan perekonomian Sulut.

“Tambak udang ini potensi kita untuk mengangkat ekonomi satu tambak itu sudah dengan produktifitas yang sangat baik karena apa itu sudah konsep intesifikasi jadi kedepannya tambak-tambak rakyat harus kita rubah menjadi intensifikasi karena umumnya tambak rakyat kita itu rata-rata satu ton, dua ton kan tidak produktif nah itu kita angkat yang satu ton disini bisa dapat 40 ton paling sedikit. Kita harapkan kedepan ini akan menjadi andalan sulut. Luar biasa besar potensinya jangan salah jangan hanya karena ego suatu kebijakan untuk menjaga lingkungan tapi pertumbuhan harus kita capai, pertumbuhan kita kejar tanpa jaga lingkungan juga tidak baik jadi dua-dua ini harus kita jaga,” urainya.
Untuk itu, Menteri KKP juga mengatakan bakal membantu para petambak tradisional melalui dana di KKP.

“Di Sulut banyak juga tambak-tambak yang dulu dibangun tapi masih sifatnya tradisional. Kedepan kita akan bangun ini secara intensif dan kami sudah sampaikan ke Pak Gubernur, dan Pak Gubernur sangat setuju sekali. Kedepan juga buat masyarakat petambak itu kita nggak perlu lahan luas-luas, ini cukup satu hektar kita bagi untuk lima keluarga ini bisa ada bantuannya pakai dana dari BLU KKP. Kalau KUR belum bisa kita jangkau lewat BLU KKP kita bisa mudah karena memang bank ada aturan-aturan khusus dan kita nggak bisa rubah cara mereka,” paparnya.
Lebih lanjut, Menteri KKP juga mengapresiasi dedikasi Gubernur Olly dalam membangun sektor kelautan dan perikanan di Sulut.

“Pak Gubernur, terimakasih sekali lagi atas dedikasi Pak Gubernur dalam mengurus sektor kelautan dan perikanan kami sangat merasa terbantu, hari ini bukti bapak mengawal kami dalam kunjungan ini dan kami tidak hanya stop dalam pembicaraan tapi kami ingin realisasi,” tukasnya.
Menteri KKP juga berharap Gubernur Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw dapat melanjutkan kepemimpinannya di Sulut pada periode kedua.

“Kami juga berharap Pak Gubernur dalam waktu dekat ini juga akan menghadapi Pilkada kami tetap berharap Pak Gubernur terus bisa memimpin Sulut bersama Pak Wagub dan kami siap mendoakan Pak Gubernur dan Pak Wagub. Kami dari sektor perikanan dan kelautan siap membantu membangun memudahkan semua pekerjaannya, sektor laut kita akan segera hidupkan sektor darat akan kita bangkitkan ini komitmen kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengapresiasi perhatian pemerintah pusat atas sektor perikanan sulut sehingga berdampak terus bertambahnya jumlah investasi di sektor perikanan Sulut.

“Saya kira pemerintah provinsi khususnya berterimakasih ada investasi mulai masuk disini dan contohnya akan menjadi salah satu contoh bagi para pengusaha tambak yang ada di Sulut ini sehingga mereka bisa ditarik karena apa yang bisa kita lihat ini suatu hal yang sangat baik dan baru di Sulut biasanya petambak udang di Sulut biasa aja dari air payau tapi kalau ini memang mekanisasi berjalan dengan baik,” kata Olly.

Olly juga menyebut rencana untuk membantu petambak udang meningkatkan volume penjualan udang dengan menjadikan udang sebagai oleh-oleh bagi turis mancanegara yang berlibur di Sulut.

“Saya kira ini salah satu contoh Pemerintah Provinsi kedepan juga akan membantu para petambak udang di Sulut, kita bikin program satu kelompok misalnya dapat tiga tambak sehingga bisa bermanfaat di Sulut karena kita tahu Sulut ini pesisir pantainya banyak dan banyak turis yang selama ini udang kita beli dari Makassar. Mudah-mudahan bukan kita beli lagi malah kita sudah bisa ekspor lewat oleh-oleh turis setiap pulang ke daerah,” ujar Olly.

Diberdayakan oleh Blogger.