Header Ads

Pemprov Sulut Terus Menjaga Produksi Pertanian di Masa Pandemi

Jurnal Manado - Pertanian merupakan salah satu sektor pembangunan unggulan Pemprov Sulut, sehingga Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw menggiatkan sektor ini dalam menopang pertumbuhan ekonomi Sulut walaupun di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini tentu harus ditunjang dengan pemikiran yang brilian. Sedangkan di pihak lain sebagai salah satu sektor unggulan tentu banyak berharap adanya kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara.Sehingga untuk memperkuat perekonomian, khususnya di sektor pertanian, maka oleh Gubernur ada beberapa strategi yang dituangkan dalam program dan kegiatan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan.

Strategi Gubernur dalam program yang sudah dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan tidak sia-sia. Terbukti pada tahun ini pertanian menjadi penyumbang terbanyak dari penyerapan tenaga kerja di Bumi Nyiur Melambai. Hal ini sesuai Data yang diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut per Februari 2020 mencatat sebanyak 275.500 tenaga kerja di sektor pertanian. Atau 23,75 persen mendominasidari total tenaga kerja di Sulut sebesar 1.16 juta tenaga kerja.Sektor kedua adalah perdagangan dengan menyumbang 18,47 persen. Dan berkat kepedulian Gubernur Olly, Nilai Tukar Petani mulai dari tanaman pangan, tanaman holtikultura hingga pertanian bertengger mulai membaik. Lihat saja data dari BPS Sulut hingga 2019Tanaman Pangan Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 107,76, Padi 107,05, Palawija 108,82 Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 104,29, Indeks Konsumsi Rumah Tangga 104,46, Indeks BPPBM 103,85 Nilai Tukar Petani TanamanPangan (NTPP) 103,33 Nilai Tukar Usaha Pertanian 103,77 Hortikultura Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 106,34, Sayur-sayuran 104,69, Buah-buahan 116,37,Tanaman Obat 111,84, Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 104,13, Indeks Konsumsi Rumah Tangga 104,4, Indeks BPPBM 103,39, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 102,12, Nilai Tukar UsahaPertanian 102,85 Peternakan Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) 105,6, Ternak Besar 108,52, Ternak Kecil 105,8,Unggas 104,94, Hasil Ternak 98,98. Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) 105,08, Indeks Konsumsi Rumah Tangga 104,31, Indeks BPPBM 107,06, Nilai Tukar Petani Peternakan(NTPT) 100,49, Nilai Tukar Usaha Pertanian 98,64.

Dampak terhadap semua komoditas pertanian dan peternakan menunjukan tren positiftermasuk ke dampak produksi. Indikasinya terlihat dalam pemenuhan permintaan masyarakatterhadap komoditas pertanian dan peternakan saat ini dalam kondisi terpenuhi dan tidakberkekurangan termasuk keterjangkauan dari sisi harga tidak ada komoditas yang menunjukanharga pasar yang melonjak tinggi.Bahkan khusus komoditas peternakan menunjukan penurunan harga yang disebabkanmenurunnya daya beli masyarakat. Solusi terhadap harga yang menurun melalui tim TPID (TimPengendali Inflasi Daerah) melakukan kerja sama dengan provinsi tetangga dalam bentukkerjasama pemasaran.CAPAIAN HASIL PRODUKSIProduksi PADI 857.432 ton

Produksi JAGUNG 1.295.353 tonProduksi KEDELAI 11.876,7 tonBawang Merah 31.393 kuintal Tomat 423.921 kuintalCabai Besar 55.372 kuintalCabai Rawit 147.602 kuintalDAGING SAPI 3.693.675 kg DAGING BABI 25.112.902 kgDAGING AYAM BURAS 2.701.351 kgSAPI 121.035 ekorBABI 419.043 ekorAYAM BURAS 2.505.891 ekor

Pemprov juga telah menyerahkan berbagai bantuan kepada petani melalui ProgramPengembangan Pertanian Tanaman Pangan Tahun 2020 di Sulawesi UtaraPADI 29.952- Bantuan Benih Padi Inbrida 25.901- Padi THLK 4.021- Padi Khusus 30JAGUNG 45.510- Bantuan Benih Jagung 45.500- Pengembangan produsen benih 10

KEDELAI & PANGAN LAINNYA 6.653- Pengembangan Kedelai 6.653ALSINTAN 168 - Alsintan Pasca Panen 165- Alsintan Pengolahan Hasil 3Banyak bantuan yang sudah diserahkan secara langsung oleh Pemprov, sudah diterima olehpetani melalui pemerintah kab/kota.“Berbagai bantuan tersebut, apabila tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti tidak akanmembuahkan hasil yang maksimal. Sehingga perlu keseriusan dalam pengelolaannya,” ujarGubernur Olly.Menurut Gubernur ada empat faktor penentu keberhasilan di sektor pertanian. Yakniketersediaan bibit, air, lahan, dan terakhir adalah keseriusan petani itu sendiri.“Dalam pengelolaanya petani harus benar-benar bekerja dengan ulet dan rajin,” ujar Gubernur.Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut Novly Wowiling mengatakanprogram ‘Marijo Ba Kobong’ merupakan program yang sedang digenjot di tengah pandemiCovid-19.“Program ini adalah pembawa spirit dalam pesan moril yang kaitan dengan Sulawesi Utara untukmantap dalam hal ketahanan pangan,” tutur Wowiling.Ia menambahkan dengan memanfaatkan lahan tidur akan menghasilkan komoditas yangmenjadi kebutuhan konsumsi masyarakat. Katanya kepedulian Gubernur dan Wagub terhadapdunia pertanian sangatlah positif. Apalagi semboyan kepemimpinan adalah teladan sangatlahdirasakan untuk menjadikan budaya di masyarakat Sulawesi Utara.“Upaya pemerintah Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam menjagakeberlanjutan produksi pertanian dan menjaga pasokan di tengah pandemi lewat penyaluranbantuan berupa bibit, ketersediaan air, pupuk termasuk pencairan KUR sangatlah memotivasipetani dan menggairahkan sektor pertanian,” tutup Wowiling.(adv)

Diberdayakan oleh Blogger.