Header Ads

Tonaas Fabian Kaloh, Pimpin Brigade Manguni Indonesia Sulut



JurnalManado, Fabian Kaloh SiP, M.Si melalui rapat Pleno diperluas Dewan Pimpinan Tonaas (DPT) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Brigade Manguni Indonesia, menetapatkan Anggota DPRD Sulut ini sebagai Tonaas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Brigade Manguni Indonesia Sulawesi Utara. 

Tonaas DPD Kota Bitung ini, didampingi Tonaas Sekretaris Jimmy H Senduk yang merupakan Tonaas Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam DPT BMI.

Rapat pleno diperluas yang dimpin Tonaas Wangko DPT BMI, Lendy Wangke tersebut disaksikan Tonaas harian Umbanua Fentje Rumambi, Sekjen DPT BMI Sony Keintjem, Bendahara Corneles Mononimbar, Panglima Utama DPT Freddy Turalaki serta para ketua DPD se Sulut dan Kopasgad serta para Pasus BMI.

 Penetapan Tonaas Fabian ini, setelah, jabatan rangkap dari Tonaas Sony Keintjem sebagai Sekjen yang juga menjabat Ketua DPW Sulut sudah habis masa waktu setelah diperpajang dua kali.

Kepada JurnalManado Anggota DPRD Sulut ini mengaku akan mengembang tugas sesuai dengan amanat AD/ART.

‘’Saya akan mengemban tugas ini dengan sebaik baiknya seusai amanat AD/ART, dan kepercayaan dari Tonaas Wangko Lendy Wangke, ujar Tonaas Fabian ketika menerima Surat Keputusan No 027/SK-PDPW/s/DPT NMI/VII-2020, didepan peserta rapat.

I Yayat U Santi, pekik Fabian yang disambut teputk tangan seluruh peserta rapat.
Tonaas Fabian Kaloh dan Tonaas Jimmy Senduk, bersama pengurus lainnya akan melengkapi struktur sampai pada 31 Januari 2021. Disamping itu juga, akan melakukan rapat koordinasi dengan pengurus, untuk persiapan pelantikan dan kepertaan DPW BMI Sulut dalam MuswangNas yang akan berlangsung akhir Agustus 2020. 

‘’Kami siap untuk menjabarkan program program BMI ke depan,’’ ujar Kaloh di depan peserta rapat.
Menjawap pertanyaan para Wartawan yang memang sudah seharian menunggu selesainya rapat, anggota DPRD Sulut dari Fraksi PDI ini ini mengakui, memang DPW BMI Sulut harus dibenahi secara menyeluruh, karena program lalu belum optimal. 

‘’Kali ini kami akan optimalkan, tentunya dengan bersinergi dengan semua pihak, teruama yang berkaitan dengan fungsi dan tanggung jawab kami sebagai Ormas Ada,’’ kata Putra Tonsea ini kepada JurnalManado.com Minggu (26/7/2020).

Sosok Tonaas Fabian yang juga aktif di kegiatan kerohian juga lewat Kaum Bapa Katolik baik Kevikepan Tonsea dan Keuskupan Manado ini, lebih lanjut mengakui.

 Ormas adat harus konek dengan pemerintah, karena keberadaannya membantu pemerintah dalam rangka penjabaran budaya baik Minahasa dan sekitarnya juga yang berkaitan dengan legitimasi BMI.

‘’Kita wajib bekerkerjasama dengan pemerintah Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw untuk pembangunan disegala bidang, papar Tonaas Fabian
Menyinggung soal keberadaan beberapa DPD BMI yang belum dilakukan pembentukan, Tonaas Fabian Kaloh yang dikenal berpenampilan Low Profile dan Samrt ini, mengakui memang program jangka pendek akan dibicarakan pada saat rapat perdana, terutama konsolidasi organisasi BMI di semua kota dan Kabupaten se-Sulut, kunci mantan Assisten l Pemkot Bitung. (tino)
Diberdayakan oleh Blogger.