Mau Tau Biodata Pasangan Ganda Campuran Preveen dan Melati, Ini Dia


Jurnal Manado - Menurut biodata Praveen Jordan yang dilansir dari Wikipedia, ia pernah berpasangan dengan Vita Marissa dan memenangkan beberapa turnamen internasional bersama.

Sedangkan Melati Daeva Oktavianti, pernah meraih medali emas Kejuaraan Dunia Junior BWF 2012 bersama Edi Subaktiar.

Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti kini barhasil meraih juara All England Open 2020 di sektor ganda campuran.

Berikut biodata Praveen Jordan dan Melati Daeva Oktavianti yang dilansir dari Wikipedia.

 

1. Praveen Jordan

 

Praveen Jordan kelahiran Bontang, Indonesia pada 26 April 1993.

 

Dia telah bermain untuk klub bulutangkis PB Djarum sejak 2008.

 

Pada 2013, ia menarik perhatian bulutangkis dunia ketika ia berpasangan dengan Vita Marissa, memenangkan beberapa turnamen internasional bersama.

 

Setelah akhir musim 2013 yang sukses, Asosiasi Bulutangkis Indonesia memanggilnya untuk bergabung dengan tim nasional, bermitra dengannya dengan Debby Susanto.

 

 

 

Jordan berpartisipasi dalam Kejuaraan Junior Bulu Tangkis Asia 2011 di Lucknow, India.

 

Dalam acara tim campuran, ia bermain di nomor ganda putra bersama dengan Rangga Yave Rianto.

 

Di babak pertama, mereka berhasil menyumbang poin dan membawa Indonesia unggul 5-0 atas Nepal.

 

Dia dan Rianto bermain melawan Hong Kong di babak ketiga, dan berhasil berkontribusi satu poin dan membawa Indonesia menang 4-1 dan memasuki perempat final.

 

Di perempat final mereka menghadapi tim tangguh, Jepang.

 

Tetapi mereka berhasil menyumbang satu poin dan mengalahkan Jepang 3-2.

 

Sayangnya di semifinal mereka kalah dari tim Malaysia 1-3, dan tim menetap untuk medali perunggu.

 

Dalam acara individu, ia bermain dalam dua kategori, di ganda putra bersama Rianto, dan di ganda campuran dengan Tiara Rosalia Nuraidah.

 

Sebagai unggulan teratas di ganda putra, ia hanya mampu mencapai perempat final setelah dikalahkan oleh pasangan China Taipei, tetapi ia mendapat medali perunggu di ganda campuran setelah kalah dari pasangan Cina di semi-final.

 

Dia memulai karir seniornya sebagai PB. Pemain Djarum pada 2010, bermain di beberapa turnamen internasional dalam dua spesialisasi: ganda putra dan ganda campuran.

 

 

 

Tahun 2013 adalah awal dari karir yang cemerlang baginya.

 

Berpasangan dengan Vita Marissa, pemain berpengalaman, ia mendapat hasil yang luar biasa.

 

Memulai awal tahun dengan mengikuti turnamen kelas satu, Korea Open Superseries Premier 2013 mereka berhasil menang di babak kualifikasi pertama tetapi kalah di kualifikasi final pasangan Indonesia lainnya, Muhammad Rijal / Debby Susanto.

 

Namun mereka merespons pada turnamen Malaysia Open Superseries 2013 dengan mengalahkan Muhammad Rijal / Debby Susanto (unggulan ketiga) di babak kedua.

 

Mereka juga mengalahkan unggulan kelima dari Tiongkok, Zhang Nan / Tang Jinhua.

 

Namun mereka kalah dari pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen / Christinna Pedersen di semi final.

 

Mereka juga mendapat hasil bagus di Singapore Open Superseries 2013 dengan mencapai semi-final sebelum kalah dari Tontowi Ahmad / Lilyana Natsir.

 

Pada tingkat turnamen Grand Prix Emas dan Grand Prix BWF, mereka memenangkan tiga gelar seperti Grand Prix Emas Indonesia Masters 2013, Grand Prix Emas Malaysia Masters, dan Grand Prix Terbuka Selandia Baru 2013.

 

Pada tahun 2014, dia dipanggil untuk bergabung dengan tim nasional.

 

Dia dipasangkan dengan Debby Susanto dan sukses sebagai runner-up di turnamen Malaysia Masters Grand Prix Gold 2014

 

 

 

Di berbagai acara seperti Asian Games. Dia berhasil mendapatkan medali perunggu dengan Debby Susanto.

 

Dia memulai tahun ini dengan Debby Susanto sebagai runner up di turnamen Grand Prix Emas Malaysia Masters 2015.

 

Mereka kalah dari pasangan Denmark Joachim Fischer Nielsen / Christinna Pedersen dengan 18–21, 18–21.

 

Jordan berkompetisi di Olimpiade Musim Panas 2016 di Riocentro - Pavilion 4, Rio de Janeiro, Brasil, dengan mitra Debby Susanto.

 

Mereka menjadi runner-up Grup A, melanjutkan ke babak sistem gugur.

 

Mereka kalah di perempat final untuk pasangan negara mereka dan akhirnya peraih medali emas, Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir.

 

Dia memulai tahun 2018 dengan Melati Daeva Oktavianti di turnamen R2 2018 Malaysia Masters (badminton).

 

Praveen dan Melati sukses sebagai runner-up di turnamen India Open 2018.

 

 

2. Melati Daeva Oktavianti

Melati Daeva Oktavianti lahir di Serang, Banten, 26 Oktober 1994.

 

Atlet kelahiran Serang, 26 Oktober 1994 ini merupakan pemain asal klub PB Djarum.

 

Ia merupakan peraih medali emas Kejuaraan Dunia Junior BWF 2012 bersama Edi Subaktiar.

 

Ia saat ini dipasangkan dengan Ronald Alexander di nomor ganda campuran.

 

Dilansir dari website Djarum, Melati Daeva Oktavianti namanya mulai terdengar saat pertama kali ia dipasangkan dengan Ririn Amalia.

 

Bergabung bersama PB Djarum sejak September 2009, Melati baru bisa menunjukkan tajinya di GOR Asia Afrika, Senayan, Jakarta.

 

Kala itu, ia berhasil menembus nama-nama besar di kelas taruna untuk lantas menjadi juara Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Jakarta 2010.

 

Putri sulung pasangan Daud Sunandar dan Eva Muzalivah ini sempat memiliki masalah flek di paru-parunya saat ia berusia sekitar tiga tahun.

 

Flek pun berhasil ditaklukan beberapa bulan setelahnya, ingin anaknya lebih sehat.

 

Sang ayah yang memang menyukai bulutangkis ini, mengajak anaknya untuk juga berolahraga bersamanya. Saat itu pun Melati seperti tengah “dicekoki” bulutangkis oleh sang ayah.

 

Mendapat dukungan penuh dari keluarga, Melati pun mantap untuk bergabung dengan klub yang tak jauh dari rumahnya, PB Ratih Banten, sebelum bergabung bersama PB Djarum.

 

Prestasi :

 

- Semifinalis Pertamina Open 2013 (Ganda Dewasa Putri)

- Runner-up Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2013 (Ganda Dewasa Putri)

- Juara Walikota Surabaya Cup 2013 (Ganda Dewasa Putri)

- Juara Kejuaraan Nasional 2012 (Ganda Taruna Putri)

- Juara Kejuaraan Nasional 2012 (Ganda Campuran Taruna)

- Medali Perak PON XVIII Riau 2012 (Beregu Putri)

- Juara Tangkas Specs Junior Challenge Open Badminton Championship 2012

- Juara Djarum Sirnas Jawa Barat 2012

- Juara Sirnas DKI Jakarta Open 2012

- Juara Walikota Surabaya Cup 2012 (Ganda Putri)

- Juara German Junior 2012 (Ganda Putri)

- Juara Dutch Junior 2012 (Ganda Campuran)

- Semifinal BNI Astec Open 2011 (Ganda Putri)

- Runner Up Kejurnas Pekan Baru 2011 (Ganda Putri)

- Juara I Djarum Sirnas Bandung 2011 (Ganda Putri)

- Juara I Djarum Sirnas Bandung 2011 (Ganda Campuran)

- Runner-up Djarum Sirnas Jakarta 2011 (Ganda Putri)

- Semifinal Piala Walikota Surabaya 2011 (Ganda Campuran)

- Perempat final Piala Walikota Surabaya 2011 (Ganda Putri)

- Juara I Sirnas Bengkulu 2011 (Ganda Putri)

- Juara I Sirnas Palangkaraya 2011

- Juara II Astec Open 2010 (Ganda Campuran)

- Perempat final Astec Open 2010 (Ganda Putri)

- Juara I Sirkuit Nasional Medan 2010 (Ganda Putri)

- Juara II Kejurprov Jateng 2010 ( Ganda Putri )

- Semifinal Sirkuit Nasional Surabaya 2010 (Ganda Putri)

- Perempat final Sirnas Bali 2010 (Ganda Campuran)

- Semifinal Sirkuit Nasional Tegal 2010 (Ganda Campuran & Ganda Putri)

- Perempat final Tangkas Alfamart Junior Challenge Open 2010 (Ganda Putri)

- Perempat final Sirkuit Nasional Jawa Barat 2010 (Ganda Putri)

- Juara I Sirkuit Nasional Jakarta 2010

- Juara II Walikota Surabaya Cup (Ganda Campuran)

- Semifinal Djarum Arena Cirebon 2010

- Juara III Kejurda Jateng 2009 (Ganda Campuran)

- Juara III Astec Open Jakarta 2009

- Juara III Astec Open Jakarta 2009 (Ganda Campuran)

- Juara III Sirnas DKI Jakarta 2009

- Juara III Tetrapark Open 2007

- Juara II Porseni SMP 2007

- 8 Besar Sirkuit Bali 2007

- 8 Besar JPGG Surabaya 2007

 

Seperti diketahui, pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, mencetak prestasi baru setelah menjuarai All England Open 2020.

 

Gelar juara yang ditunggu publik Indonesia dari All England Open 2020 akhirnya terwujud berkat penampilan apik Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

 

Praveen/Melati mempersembahkan trofi All England Open setelah memenangi partai final di Arena Birmingham, Inggris, Minggu (15/3/2020).

 

Praveen/Melati mengalahkan unggulan tiga Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattachai (Thailand) dalam drama tiga gim selama 1 jam 2 menit.

 

Persaingan ketat memang sudah terjadi sejak gim pertama. Praveen/Melati sempat tertinggal pada poin awal, namun mereka dapat membalikkan keadaan.

Praveen/Melati dapat memimpin 11-10 pada jeda interval gim pertama sebelum menuntaskannya dengan skor cukup meyakinkan 21-15.

 

Ganda campuran andalan tanah air tersebut kembali berada di posisi unggul pada paruh pertama gim kedua, masih dengan skor ketat 11-10.

 

Puavaranukroh/Taerattachai mendapat momentum untuk bangkit. Enam poin beruntun yang didapat membuat mereka membalikkan kedudukan dari 13-10 menjadi 13-16.

 

Kekalahan 17-21 pada gim kedua memaksa Praveen/Melati menunda kemenangan mereka. Untungnya, mereka dapat menuntaskan duel dengan segera.

 

Praveen/Melati tampil mendominasi pada gim pamungkas. Puavaranukroh/Taerattachai nyaris tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan permainan.

 

Melati tampil apik dengan menyergap bola-bola di depan net, sementara Praveen menjadi momok dengan kombinasi drop shot serta smes mematikannya.

 

Sejak Praveen/Melati unggul 5-0, poin mereka sama sekali tidak dapat terkejar oleh Puavaranukroh/Taerattachai. Gim pamungkas mereka tutup dengan skor telak 21-8.

 

Bola tanggung dari Taerattachai dikonversi menjadi pukulan menyilang oleh Praveen.

 

Puavaranukroh tidak dapat berbuat banyak lantaran tidak berada di posisi ideal.

 

Praveen meluapkan kegembiraannya dengan berteriak. Ini menjadi gelar All England kedua bagi atlet asal Bontang itu secara pribadi.

 

Melati yang baru merasakan gelar juara pertama dari ajang prestisius tersebut juga menunjukkan ekspresi tidak percaya dengan menutup wajahnya.(*JMG)

 

 

 

 

Diberdayakan oleh Blogger.