Polda Sulut Siapkan 1.000 Personil Amankan Natal dan Tahun Baru


Jurnal Manado – Melalui keterangan pers, Kamis (18/12/2020), Kapolda Sulut Inspektur Jendral RZ Panca Putra Simanjuntak menyatakan bahwa akan mencegah beberapa acara seperti pawai Natal dan Pesta kembang api.


Polda Sulut tidak memberikan izin keramaian untuk perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 memiliki alasan yang cukup kuat, yakni dengan harapan tidak adanya euforia berlebihan pada akhir tahun yang kemungkinan besar dapat memperluas penularan COVID-19.


”Pawai dan pesta kembang api ini perlu diwaspadai. Secara tegas, kami tidak mengizinkan pesta kembang api. Natal memang membawa kebahagiaan bagi masyarakat, tetapi kebahagian ini harus kita kelola agar tidak menjadi malapetaka,” ujar Panca.


Di samping itu, Panca juga mengimbau pemuka agama dan pengurus gereja untuk mengatur jadwal ibadah Natal dan Tahun Baru serta membatasi jumlah umat yang boleh masuk. Langkah itu diperlukan agar tidak terjadi kerumunan umat pada satu waktu.


Panca menggarisbawahi status empat daerah sebagai zona penularan risiko tinggi atau zona merah yaitu Manado, Tomohon, Minahasa Utara, dan Minahasa Tenggara. Dalam rentang 10-16 Desember, kasus baru di Manado sebanyak 307 kasus baru, Minahasa Utara (86), Tomohon (65), dan Minahasa Tenggara (50).


"Angka ini setara 67,01 persen dari total 758 kasus baru yang teridentifikasi di Sulut selama sepekan terakhir. Pandemi pun tetap menjadi momok yang harus diwaspadai pada akhir tahun. Ini memprihatinkan dan harus kita tangani bersama,” ujarnya.


Pada juga menegaskan, Polda Sulut  menyiapkan lebih kurang 1.000 personel untuk menjaga perayaan akhir tahun dalam Operasi Lilin. Mereka ditugaskan untuk mengantisipasi bencana alam yang mungkin melanda Sulut pada akhir tahun seiring prediksi curah hujan tinggi.


Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, petugas puskesmas di beberapa daerah, seperti Minahasa Tenggara dan Bolaang Mongondow Timur, melaporkan terjangkit Covid-19. 


”Kemungkinan mereka yang berobat sudah terjangkit SARS-CoV-2. Ini indikasi adanya transmisi aktif di masyarakat,” katanya.


Hingga Kamis siang, Sulut telah mencatat 8.289 kasus Covid-19. Tingkat kesembuhan 73,1 persen dan kematian 3,29 persen. Pertambahan kasus dalam sehari mencapai rekor baru pada Rabu (17/12) malam, yaitu 173 kasus.


Sebelumnya, 24 tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sam Ratulangi Tondano, Minahasa, juga terjangkit Covid-19. Karena itu, 

Dandel mengingatkan petugas kesehatan menjalankan surveilans aktif dengan mengambil sampel usap pada pasien yang memiliki penyakit serupa flu.


Adapun dampak penyebaran Covid-19 akibat Pilkada 2020 masih dikaji. Penyelidikan epidemiologis sedang dijalankan pada kasus-kasus yang terkonfirmasi positif setelah mengikuti tahapan Pilkada 2020. (tam)

Diberdayakan oleh Blogger.