Iklan

February 16, 2023, 16:14 WIB
Last Updated 2023-02-17T00:15:10Z
Advetorial

Rangkaian HUT Sangihe dan Tulude. Wagub Minta Singkirkan Perbedaan


Jurnal Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey yang diwakili Wakil Gubernur Steven Kandouw menghadiri Upacara Tulude di Kabupaten Kepulauan Tahuna dan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).



Pertama, Wagub Kandouw menghadiri Upacara Tulude di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (31/1/2023). Upacara ini digelar di Rumah Jabatan Dinas Bupati Sangihe.


Wagub Kandouw mengikuti Tulude yang juga dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-598 Kabupaten Sangihe. Dalam kegiatan ini orang nomor dua di Bumi Nyiur Melambai nampak berbaur dengan masyarakat Sangihe.


Di mana, Wagub Kandouw menikmati kuliner bersama-sama dengan warga. Usai makan dan minum, wagub tidak langsung beranjak dari lokasi kegiatan.


Wagub Kandouw bersama Penjabat Bupati Sangihe Rinny Tamuntuan, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Forkopimda serta pejabat teras Pemprov Sulut ikut menyaksikan berbagai pentas adat yang ditampilkan oleh warga.



Di antaranya tarian adat, lagu-lagu adat dan pemotongan Tamo atau kue adat serta alunan musik bambu.


Bahkan, Wagub Kandouw ikut turun mengikuti Tarian Masamper dengan para penari. Aksi ini juga diikuti Bupati Sangihe Rinny Tamuntuan, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Forkopimda dan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov Sulut.


Saat tampil, Wagub Kandouw terlihat keren dengan mengenakan pakaian adat Nusa Utara.


Wagub Kandouw pun memuji Adat Tulude. Ia pun tak lupa memberikan ucapan selamat kepada pemkab dan masyarakat Sangihe atas pelaksanaan perayaan acara adat Tulude sekaligus peringatan HUT ini.



“Atas nama Bapak Gubernur Olly Dondokambey dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, masyarakat Sulawesi Utara, dari Miangas sampai Pinogaluman mengucapkan banyak selamat kepada pemerintah dan masyarakat Kepulauan Sangihe,” ucap wagub.



Menurut wagub, perayaan Adat Tulude memberikan kesan tersendiri bagi masyarakat yang masih berpegang teguh pada nilai-nilai tradisional yang diwariskan oleh para leluhur.


“Hari ini kita menyaksikan bagaimana tingginya adat dan peradaban masyarakat Kepulauan Sangihe dengan kita sama-sama melaksanakan acara Tulude ini. Suatu acara yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun selama ratusan tahun, yang sifatnya mengandung makna, yang sangat menginspirasi kita semua,” kata wagub.



Ia juga menjelaskan perihal intisari perayaan Adat Tulude untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.


“Substansi dari acara Tulude ini adalah kontemplasi, introspeksi, evaluasi terhadap apa yang kita lakukan selama tahun 2022 lalu, dan bagaimana kita akan menjalani tahun 2023 ini agar mendapat pijakan-pijakan yang betul dan stample yang mantap dalam menatap ke depan,” tukasnya.


Upacara Tulude, sambungnya, merupakan sarana untuk mengucap syukur kepada Tuhan.


“Sungguh Tulude ini merupakan suatu contoh untuk kita selalu bersyukur sembari memohon ampun kepada Tuhan dan selalu meminta petunjuk kepada Tuhan,” jelasnya.


Menghadapi tahun 2023 ini, menurutnya, bukan hal mudah. Karena ada berbagai tantangan yang harus dihadapi.


“Namun sesuai dengan semboyan masyarakat Sangihe “Somahe Kai Kehage” yang menggambarkan bahwa masyarakat Sangihe memiliki etos kerja tinggi dan tak mudah menyerah, optimis menghadapi tantangan dan hambatan,” tandasnya.



Kandouw kemudian mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menjaga persatuan demi kemajuan daerah Sulut.


“Mari kita mantapkan persaudaraan kita, gotong-royong kita, kebersamaan kita, tekad bulat kita semua dari pemerintah provinsi, kabupaten hingga di tingkat opo lao. Tentu juga secara horizontal, tendensi-tendensi ke masyarakat kita supaya kita terus jalan, kita jaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan,” ajak wagub.


Ia pun mengimbau untuk menyingkirkan sejumlah perbedaan baik latar belakang dan warna afiliasi politik. Kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat sangatlah penting.


“Bapak ibu yang saya hormati, 598 tahun adalah waktu yang lama, tapi kita harus bermimpi, bertekad, bahwa Sangihe harus ada kalau perlu 2000 tahun lagi. Untuk itu mari kita ciptakan dasar-dasar yang kuat terutama pada sumber daya manusia kita, putra putri kita yang ada di Sangihe. Mari kita ciptakan satu lingkungan yang baik untuk anak-anak dan cucu-cucu kita,” imbaunya.


“Untuk itu mari kita duduk bersama dengan visi yang sama untuk masa depan Kepulauan Sangihe yang kita cintai ini,” sambung Wagub menutup sambutan yang diiringi deruh tepuk tangan para tamu undangan.


Sementara itu, pada Rabu (1/2/2023), Wagub Steven Kandouw mengikuti acara Gelar Adat Tulude, yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro di Lapangan Akesimbeka, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Sitaro.


Di kesempatan ini, Wagub Kandouw menyerahkan sejumlah bantuan dari Pemprov Sulut.


Bantuan yang disalurkan mulai dari bahan natura hingga mesin pangkas. Sejumlah bantuan ini disalurkan melalui Organisasi Perangkat Daera (OPD) Pemprov Sulut.


Dari Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut menyalurkan bantuan untuk rohaniwan dan kostro dengan nilai Rp56.250.000. Bagi denominasi gereja juga ikut kecipratan bantuan Rp22.250.000.


Dinas Perkebunan Daerah Sulut menyalurkan 1 unit mesin pangkas rumput masing-masing kepada Kelompok Tani Satu Hati Mahuneni dan Kelompok Tamahati Indah. Bantuan lainnya benih pala untuk Kelompok Tani Berkat Usaha.


Sementara dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut memberikan 1 unit motor tempel 15 PK.


Ada juga bantuan dari Dinas Sosial Sulut, yaitu bahan natura sebanyak 3.000 paket, logistik bencana makanan siap saji 150 paket. Sedangkan Dinas Kesehatan Sulut memberi 7 buah kursi roda.


Bantuan itu disalurkan Wagub Kandouw di sela-sela Gelar Adat Tulude 2023 di Siau. Ia pun berharap tahun ini lebih baik dari tahun 2022.


Kendati banyak tantangan yang harus dihadapi pada tahun ini, namun dengan landasan gotong royong, dia optimis bisa berjalan dengan baik.


“Saya yakin dan percaya kita semua akan melalui tahun 2023 ini dengan lebih baik,” ujarnya.


Mantan Ketua DPRD Sulut ini berpesan untuk menjaga sinergitas yang telah terbangun antara pemerintah dengan masyarakat, tokoh agama hingga aparat keamanan.


“Harapan pemerintah provinsi supaya kita terus jaga kedamaian kita, kita terus jaga kondusifitas kita, kita terus jaga kerja sama kita seiring-seirama. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, TNI-Polri supaya betul-betul masyarakat Karangetang, Mandolokang Kolo-Kolo ini betul-betul mampu dan cepat lepas landas untuk mencapai Indonesia yang makmur dan sejahtera, menuju Indonesia emas di tahun 2045,” pungkasnya. (Advetorial/DKIPS)