Jurnal Manado - Bagaimana menjaga stabilitas harga dan memacu pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) ditengah dinamika global. Hal ini terungkap saat pelaksanaan High Level Meeting (HLM) bersama TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, dan KDEKS, bertempat di kantor Bank Indonesia perwakilan Sulut, Senin (23/02/2026).
Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam arahannya memberikan solusi salah satunya yakni sinergitas lintas sektor.
Pengendalian harga menjadi kunci utama dalam penekanan inflasi, dalam identifikasinya penyumbang inflasi, dengan Beras (0,49%) dan Perguruan Tinggi (0,25%) sebagai kontributor terbesar. Faktor kunci pengendalian ke depan akan difokuskan pada:
• Penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas padi dengan teknologi dan mekanisasi.
• Optimalisasi BUMD Pangan sebagai offtaker dan stabilisator harga.
• Aksi Cepat: Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, Operasi Pasar, dan pemanfaatan Belanja Tidak Terduga secara tepat sasaran.
Adapun Empat Pilar Transformasi Ekonomi
Untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menetapkan empat pilar strategis:
1. Transformasi Digital: Percepatan digitalisasi pendapatan/belanja daerah, integrasi pembayaran publik, penguatan QRIS bagi UMKM dan sektor pariwisata, serta digitalisasi distribusi pangan.
2. Percepatan Pertumbuhan Ekonomi: Instruksi untuk bekerja lebih agresif dalam realisasi APBD, percepatan investasi (PMA/PMDN), serta hilirisasi industri manufaktur untuk memperluas lapangan kerja.
3. Akses Keuangan Inklusif: Perluasan akses pembiayaan bagi petani, nelayan, UMKM, dan kelompok rentan melalui TPAKD, serta penguatan literasi keuangan digital.
4. Ekonomi dan Keuangan Syariah: Pengembangan industri halal dan integrasi ekonomi syariah dengan sektor unggulan seperti pariwisata dan pertanian.
Sinergitas lintas sektor sangat bergantung pada Pemerintah, Bank Indonesia, OJK, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
"Kita harus bergerak bersama secara terukur dan fokus untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara tetap terjaga,"kata Gubernur. Sembari mengatakan, pemprov Sulut selalu berupaya menciptakan ekonomi yang kondusif melalui koordinasi kebijakan moneter dan fiskal di tingkat daerah demi pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
(postman*)
