JurnalManado - Anggota Dewan perwakilan daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi-Utara (Sulut) Eldo Wongkar SH merasa malu bertemu dengan konstituen karena, semua pokok-pokok pikiran (Pokir) yang diusulkan ke pihak eksekutif tidak diakomodir.
Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan mitra kerja Senin kemarin.
Menurut Anggota Komisi ll menambahkan, pokir-pokir yang disampaikan semua telah diserap saat turun lapangan bertemu masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) Mitra-Minsel," sebut Politisi muda itu kepada sejumlah wartawan.
Dikatakan Wongkar, dalam pernyataannya, mengungkapkan bahwa keterlambatan eksekusi program Pokir-pokir ini menjadi beban moral yang berat bagi para wakil rakyat saat turun ke lapangan.
“Kami, pokir-pokir anggota dewan yang belum terealisasi, ya mungkin sekarang sudah malu bertemu dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa, masyarakat terus menagih janji dan program yang telah diusulkan, namun pihak dewan tidak memiliki jawaban pasti untuk diberikan kepada warga. (tino)
