JurnalManado- Memperkuat kapasitan dan Solidaritas kelembagaan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kosolidasi demokrasi, serta menumbuhkan semangat reformasi dalam bela negara dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemilu dan profesional yang berintegritas.
Kamis di command center Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR) Sulawesi Utara dipimpin oleh Risat Sanger menggelar konsolidasi demokrasi dalam semangat reformasi dan bela negera menuju kebangkitan nasional.
Kegiatan yang digagas dalam ramgka hari reformasi dan kebangkitan Nasional itu dihadiri Pemerintah Provinsi Sulut diwakili Kepala Biro (Karo) Pemerontahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi-Utara (Sulut) Andra Mawuntu, Forkopimda dan Ketua Bawaslu dan sejumlah pembicara dari akademisi dan Denny Susanto SH dan Victory Rotty sebagai pemantik diskusi
Gubernur Sulut dalam sambutan sekaligus membukan kegiatan tersebut, diwakili Karo Pemerintahan Andra Mawuntu dan Ketua Bawaslu Ardiles Mewoh turut memberikan sambutannya mengatakan,
Meskipun tidak ada pentahapan pelaksanaan pemilihan Tahun ini.
Program besar konsolidiasi Dmeokrasi yang digelar dikantor Bawaslu atau yang didatangi, kepada Pimpinan Parttai politik ditingkat Kabupaten/Kota di Sulut.
Namun silahturim yang digelar juga dengan wartawan dan media terus dilakukan.
Kegiatan yang dilakukan ini adalah kegiatan positif bertepan dengan hari reformasi dan kebangkitan nasional.
Acara dihadri mewakili Polda Sulut, Pangdam, Kejati Sulut, Pengadilan Tinggi , Akademisi dan mahasiswa turut mengambil bagian dalam diskusi ini
Sesudah kegiatan dibuka, dilanjutkan dengan penandatangan nota kesepahaman antara FPDR dengan Bawaslu Sulut.(tino)
