Iklan

May 31, 2026, 19:55 WIB
Last Updated 2026-06-01T03:29:27Z
PemerintahanUtama

Irup Harlah Pancasila, Gubernur Yilius Minta Rawat Nilai - nilai Pancasila


Jurnal Manado — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila di halaman Kantor Gubernur Sulut, Senin (1/6/2026). 


Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup).


Upacara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulut periode 2025-2026. 


Hadir Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Sekretaris Provinsi Tahlis Gallang, jajaran pejabat Eselon II, Forkopimda Sulut, staf khusus, staf ahli, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sulut.


Pada kesempatan itu, Gubernur membacakan sambutan tertulis dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".

"Nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi".


Melalui sambutan tersebut, Kepala BPIP juga menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup bagi generasi muda, bukan sekadar hiasan dinding atau teks sejarah. 



"Baru saja kita selesai melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila dan ini serentak. Kita ketahui bahwa 1 Juni itu adalah momen yang paling berharga, di mana Bapak Ir. Soekarno saat itu mendeklarasikan di pidatonya yang pertama di depan BPUPKI, bahwa teks Pancasila ini adalah sebagai dasar falsafah negara Republik Indonesia," kata Yulius kepada wartawan.

Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai dasar negara tersebut dalam kehidupan sehari-hari. "Saya rasa hari ini sangat bersejarah dan kita penerus-penerus tentunya selalu mengingat, memelihara, menjaga supaya Pancasila ini menjadi sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Tetap semangat, salam Pancasila," pungkasnya.


(*postman)