Iklan

27 Juli 2026, 19:53 WIB
Last Updated 2026-07-28T02:53:25Z
DinamikaUtama

Alam Urbach, Pencipta Lagu dengan Ratusan Juta Stream di Spotify, Bergabung dengan Tuaipuja dan Siap Merilis LP Perdana


Hits maker Alam Urbach kini resmi bergabung sebagai personel Tuaipuja dan dalam waktu dekat akan merilis sebuah LP (Long Play) atau album digital yang berisi 12 lagu. Dalam proyek ini, Alam Urbach dipercaya sebagai gitaris sekaligus Music Producer yang mengawal keseluruhan konsep musikal album Tuaipuja.


Menariknya, pemilik nama lengkap Alam Anggara Urbach ini tercatat dan terkonfirmasi sebagai pencipta lagu-lagu yang sukses meraih total ratusan juta stream di Spotify untuk sejumlah penyanyi ternama, di antaranya Isyana Sarasvati feat. Rayi Putra, Rossa feat. Afgan, Sheryl Sheinafia feat. Ariel NOAH, Judika, hingga Vanessa Angel (almh.). Selama tiga tahun terakhir, Alam juga diketahui menjalani masa retret di Magelang, kota kelahirannya.


“Tiga tahun belakangan ini, selain membantu kakak saya, Nafa Urbach, di bidang politik, saya juga menjalani retret sekaligus kontemplasi untuk menemukan ide besar saya di dunia musik. Semua ide yang selama ini saya pikirkan kemudian saya tuangkan dalam proses penggarapan album digital Tuaipuja. Kali ini konsepnya adalah band duo, yaitu saya dan Ipay,” papar Alam saat ditemui bersama Ipay, vokalis Tuaipuja, oleh Bois Famous Maker di kantor Engagement Management, kawasan Bekasi.


Menurut Alam, seluruh lagu dalam album digital Tuaipuja kali ini mengusung konsep band yang menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda. Mulai dari konsep musik, kekuatan lirik, hingga pemilihan sound yang digunakan, semuanya dirancang dengan pendekatan yang tidak biasa. Bahkan, bukan tidak mungkin Tuaipuja menjadi pelopor warna musik seperti ini di Indonesia.


“Sebagai gitaris Tuaipuja, saya berharap seluruh lagu dalam album digital ini nantinya dapat diterima dan menjadi hits di industri musik Tanah Air, baik melalui platform musik digital maupun media sosial. Genre yang kami usung adalah Dream Pop dan Shoegaze,” ungkap Alam, yang diamini oleh Ipay selaku vokalis Tuaipuja.


Untuk single perdana yang akan dirilis, pemilihannya akan didasarkan pada proses hearing yang melibatkan para Music Director (MD) radio dari 38 provinsi di Indonesia. Menurut mereka, metode tersebut masih sangat relevan dan signifikan dalam mengukur potensi sebuah lagu.


Proses pengerjaan album digital Tuaipuja memakan waktu sekitar enam bulan. Dalam proyek ini, Ipay yang memiliki nama lengkap Rival Achmad Labbaika berperan sebagai Executive Producer yang mengawal arah kreatif, strategi, dan pengembangan proyek secara keseluruhan. Sementara itu, Alam Urbach bertanggung jawab sebagai Music Producer yang menggarap konsep musik, aransemen, dan karakter suara Tuaipuja. Selain menjalani proses rekaman, keduanya juga melakukan riset terhadap segmen pendengar Gen Z dan Milenial, mengingat kedua kelompok tersebut menjadi target pasar utama.


“Selama ini istilah masterpiece digunakan untuk menyebut sebuah karya musik terbaik. Namun bagi kami, masterpiece justru adalah kolaborasi dan kerja sama antara saya dan Alam Urbach,” ujar Ipay.


Menurutnya, industri musik saat ini tidak hanya berbicara tentang kualitas lagu semata, tetapi juga membutuhkan strategi yang tepat serta dukungan momentum yang baik. Hal itulah yang menjadi salah satu landasan pemikiran Tuaipuja.


“Setiap hari ada ribuan lagu dirilis di berbagai platform musik di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlahnya mencapai ratusan lagu per hari. Alam Urbach merupakan salah satu komposer yang mendapat dukungan semesta. Ia adalah salah satu komposer muda terbaik yang telah melahirkan karya-karya dengan total ratusan juta stream di Spotify. Kehadirannya sebagai personel Tuaipuja menjadi kekuatan besar dalam kolaborasi ini,” lanjut Ipay.


Menanggapi hal tersebut, Alam Urbach tetap bersikap rendah hati. Ia optimistis seluruh lagu dalam album digital Tuaipuja memiliki potensi untuk menjadi hits, tentu dengan dukungan konsep musik yang kuat dan komersial.


“Selama ini saya selalu berkarya dengan hati. Terlebih di Tuaipuja kali ini, saya jauh lebih total dalam menggarap aransemen. Saya juga sangat menyukai gaya penulisan lirik Ipay yang menurut saya unik dan memiliki karakter yang kuat. Ipay-lah yang membuat saya kembali fokus ke dunia musik setelah hampir tiga tahun menjalani retret khusus,” pungkas Alam Urbach.


Berdasarkan data di platform musik Spotify yang diakses lewat Google, tercatat lagu yang diciptakan Alam Urbach, untuk single 'Kamu Yang Kutunggu' yang dinyanyikan Rossa Feat. Afgan, telah diputar (stream) sebanyak lebih dari 93 jutaan kali. Kemudian lagu kolaborasi Sheryl Sheinafia dan Ariel Noah yang berjudul 'Kutunggu Kau Putus' telah diputar sebanyak 34 jutaan kali.


Menyusul lagu kolaborasi Isyana Sarasvati dan Rayi Putra berjudul 'Kau Adalah' telah mengumpulkan sekitar 28 jutaan stream di Spotify. Lagu duet legendaris 'Indah Cintaku' yang dinyanyikan Nicky Tirta dan Vanessa Angel (Almh.) telah diputar 31 jutaan stream di Spotify.


Sementara itu, Bois Famous Maker selaku pemerhati musik Indonesia menilai bahwa LP hasil kolaborasi Alam Urbach dan Ipay dalam Tuaipuja merupakan sebuah pertanda positif bagi industri musik nasional.


“Kolaborasi ini bisa menjadi tanda-tanda alam bagi industri musik Indonesia. Shoegaze yang diusung Tuaipuja berpotensi menghadirkan sugesti yang kuat di telinga dan hati para penikmat musik Tanah Air,” tutupnya.