JurnalManado - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi-Utara (Sulut) menggelar rapat dengan PT Bank SulutGo.
Rapat yang dipimpin, Ketua DPRD Sulut dokter Fransiscus Andi Silangen saat membuka skors memberikan kesempatan kepada PT Bank SulutGo untuk memberikan gambaran kondisi Bank tersebut.
Direktur Utama (Dirut) Refino Pepah menjelaskan kepada Badan Anggaran terkait dengan performance PT Bank SulutGo pada rapat Banggar. la menjelaskan posisi Bank BSG.
5 tahun terakhir 2026 posisi Bulan Juni modal inti pada pertengahan 1 triliun 468 Milliar. Dibandingkan akhir Tahun 2025 modal inti terjadi penurunan disebabkan pembagian defiden kepada seluruh Pemerintah di Kab/Kota dan Provinsi Sulut dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan PT Mega corporate.
Diketahui modal inti mengalami penurunan laba tahun berjalan masih ditengah- tengah tabel perlu disampaikan modal inti merupakan ketentuan dari otoritas seluruh ini terjadi di bank seluruh indonesia dengan modal inti sebesar 3 Trilliun rupiah.
Posisi modal inti BSG belum mencapai apa yg disampaikan otoritas.Adalah satu kebijakan legal oleh otoritas bisa melakukan Kelompok usaha bank (KUB)
bank perlu ada perkembangan ini adalah1 ekosistem dengan institusi keuangan apabala di konsolidasi diatas , 3 Trilliun rupiah dengan modal inti 1,8 Trilliun Rupiah.
PT Mega Cooparate adalah salah satu pemilik BSG kerja sama dan saat ini Mega coorporate kedudukan salah saham pengendali disamping Pemprov Sulut ada juga Mega Coorporate, jadi sudah ada 2 pemegang saham pengendali.
Ini berlangsung terus menurus pada saat mencapai anggaran 3 Trilliun rupiah. Maka BSG akan lepas dengan program KUB. .BSG Bergabung dalam ekosistem. BSG kita, di awasi PT mega coorporate. Makanya mereka meminta kebutuhan komisiaris utusan mega coorporate dengan satu Direkturn Kepatutan dari mega coorporate ini konsekwensi dengan kerja sama dengan dengan PT Mega Coorporate.
Dalam pembahasan ini juga, sempat hangat dibicarakan dan di diskusikan saat rapat Banggar dan PT Bank SulutGo terangkat penambahan modal ke Bank SulutGo sebesar 30 Milliar. Tapi pembahasan ini masih belum disepakati karena menunggu utusan-utusan Fraksi yang duduk di Banggar tersebut. (tino)
