Iklan

7 November 2026, 06:32 WIB
Last Updated 2026-11-07T14:32:41Z
ManadoPendidikanUtama

Srikandi Hukum Bidik Kursi Top Leader: Flora Kalalo dan Narasi Kepemimpinan Perempuan di Pilrek Unsrat 2026


Jurnal Manado
- Kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2026–2030 tidak sekadar menjadi ajang pergantian takhta akademis, melainkan juga momentum pembuktian ketangguhan kepemimpinan perempuan di pucuk tinggi birokrasi. Resmi mendaftarkan diri pada Kamis, 5 November 2026, Dr. Flora Pricilla Kalalo, S.H., M.H., M.Kn., hadir membawa angin perubahan dengan portofolio kepemimpinan yang solid dan visi makro yang ambisius.

Sebagai salah satu akademisi perempuan paling menonjol di Sulawesi Utara, langkah Flora membidik kursi rektor menegaskan bahwa ruang tata kelola pendidikan tinggi membutuhkan sentuhan kepemimpinan perempuan yang visioner, inklusif, dan berorientasi pada eksekusi nyata. Mengaitkan program kerjanya dengan visi nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Flora siap mendobrak tantangan zaman untuk membawa Unsrat ke panggung internasional.


Mendobrak Atap Kaca dengan Rekam Jejak Komplet


Dalam lanskap birokrasi kampus yang sering kali didominasi oleh kepemimpinan maskulin, Flora Kalalo muncul sebagai figur srikandi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia tidak berangkat dari ruang hampa, melainkan dari rekam jejak pengabdian panjang sejak tahun 1992 di Fakultas Hukum Unsrat. Dedikasi tersebut bahkan telah diganjar penghargaan negara Satyalancana Karyasatya oleh Presiden RI.

Sebagai Lektor Kepala (Pembina Utama Muda, IV/c), Flora telah membuktikan kapasitasnya di berbagai pos krusial yang menuntut ketajaman manajerial:

• Ketahanan Manajerial Finansial: Sebagai Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan (2014–2018), ia sukses menakhodai tata administratif keuangan dan perencanaan sarana-prasarana makro universitas. Posisi ini membuktikan bahwa perempuan mampu mengelola jantung anggaran institusi dengan transparansi dan efisiensi yang tinggi.

• Legitimasi Politik Kampus: Ketangguhan kepemimpinannya teruji saat ia memenangkan kepercayaan senat untuk menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum (2018–2022). Di bawah komandonya, FH Unsrat dikenal progresif dan aktif mendorong berbagai kegiatan berskala nasional untuk mahasiswa.

• Pengaruh di Parlemen Akademis: Keterpilihannya kembali sebagai Anggota Senat Akademik perwakilan FH pada Oktober 2026—setelah sebelumnya mengabdi di posisi yang sama pada 2014–2022—menegaskan legitimasi dan pengaruh kuat yang ia miliki di mata para kolega sejawat.

• Pengawal Inovasi dan Riset: Saat ini, ia masih dipercaya memimpin Pusat Studi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Inovasi LPPM Unsrat (2025–2029), sebuah posisi strategis yang mengawal hilirisasi riset dan perlindungan karya ilmiah civitas akademika.


Empat Pilar Visi: Sentuhan Inklusif dan Peta Jalan Strategis


Gaya kepemimpinan perempuan yang cenderung kolaboratif dan detail tecermin jelas dalam empat pilar program kerja yang diusung Flora. Ia tidak hanya bicara soal angka pertumbuhan, tetapi juga mengenai kesejahteraan manusia dan keunggulan geopolitik kampus di kawasan lingkar Pasifik.

1. Akselerasi Infrastruktur Berdampak Sosial: Flora menempatkan penyelesaian Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unsrat sebagai prioritas mendesak. Di bawah visinya, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan ruang pengabdian nyata untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

2. Kesejahteraan Dosen dan Pegawai: Menunjukkan empati kepemimpinannya, Flora berkomitmen menyejahterakan tenaga pendidik dan kependidikan. Ia juga menyiapkan program karpet merah untuk mendukung para dosen meraih gelar Profesor (Guru Besar).

3. Membidik Keunggulan Kawasan Pasifik: Flora ingin mengoptimalkan letak geografis Manado. Ia menargetkan Unsrat bertransformasi menjadi perguruan tinggi unggul yang diperhitungkan secara global di kawasan lingkar Pasifik.

4. Daya Saing Lulusan Global: Fokus utamanya di lini mahasiswa adalah memastikan lulusan Unsrat memiliki kapasitas keilmuan kompetitif agar mampu bersaing ketat di pasar kerja nasional maupun internasional.


Simbol Relevansi Kepemimpinan Modern


Maju ke bursa Pilrek Unsrat 2026, Flora Kalalo membawa narasi segar bahwa pemimpin perempuan mampu menyelaraskan kebijakan lokal kampus dengan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan Tinggi secara lincah. Kombinasi keahlian di bidang hukum, rekam jejak tata kelola keuangan, serta kepedulian pada inovasi HAKI menjadikannya sebagai kandidat dengan portofolio yang sangat kompetitif.

Di tengah tuntutan zaman yang membutuhkan pemimpin dengan pendekatan inklusif, adaptif, dan berintegritas, figur Flora Kalalo di bursa calon Rektor Unsrat berlogo "Sitou Timou Tumou Tou" ini menjadi simbol penting. Langkahnya bukan sekadar mengejar jabatan tertinggi kampus, melainkan sebuah pernyataan tegas tentang peran krusial perempuan dalam menentukan arah masa depan pendidikan tinggi di Indonesia Timur.

(*)