![]() |
| Walikota saat memberikan bantuan kepada keluarga korban |
Jurnal,Manado-Jumat 17 Januari 2014, Walikota Manado, DR. Ir. G. S. Vicky Lumentut, SH. M.Si. DEA didampingi camat Wanea, Sammy. A. R. Kaawoan, dan kepala dinas kesehatan kota Manado, dr, Robby Mottoh melayat ke dua rumah duka korban bencana banjir di kecamatan Wanea.
Tempat pertama yang didatangi Walikota adalah Gereja Syaloom Karombasan untuk mengikuti ibadah pelepasan jenasah almarhum Penatua Soni Lowing, yang meninggal di usia 50 tahun saat banjir bandang melanda kota Manado. Setelah itu Walikota mendatangi rumah duka keluarga besar Tatilu-Parengkuan di kelurahan Ranotana Weru untuk melayat ke almarhum Fentje Tatilu yang menghembuskan nafas terakhir di usia 60 tahun, 11 bulan dan 17 hari saat banjir bandang.
Ketika memberikan kata-kata penguatan dan penghiburan, Walikota Manado mengungkapakan turut berduka dan prihatin. "Atas nama pribadi, keluarga dan pemerintah kota Manado, saya turut merasa prihatin dan berduka yang mendalam atas kejadian yang menimpa almarhum," kata Walikota.
Walikota mengungkapakan semua terjadi di luar kemampuan manusia, dan sebagai orang beriman Walikota mengajak untuk semakin dekat dan berserah pada Tuhan. "Kami memaknai semua terjadi diluar kemampuan kita semua. Tidak ada seorangpun yang menginginkan kejadian seperti ini terjadi. Oleh karena itu saya ingin mengajak sebagai orang yang beriman, mari kita semakin dekat dan berserah diri pada Tuhan, ujar Walikota.
Pada kesempatan tersebut Walikota juga menghimbau agar masyarakat tetap waspada, karena cuaca masih akan turun hujan untuk beberapa hari kedepan. "Saya menghimbau untuk semua masyarakat Manado agar tetap waspada, karena informasi dari BMKG, kota Manado masih akan turun hujan untuk beberapa hari kedepan. Saya juga menghimbau agar masyarakat menjauhi lokasi-lokasi yang rawan terkena bencana banjir dan longsor dan mencari lokasi yang lebih aman untuk keselamatan diri masing-masing," tutur Walikota.
Walikota juga menjelaskan akan keterbatasan pendistribusian bantuan. " Saya mohon maaf bila ada wilayah yang belum menerima bantuan, sebab dari 11 kecamatan, 10 kecamatan tertimpa bencana banjir. Dengan kondisi seperti ini kami mengalami keterbatasan, yang disebabkan luasnya lokasi yang harus dibantu karena hampir semua titik di kota Manado mengalami banjir dan memerlukan bantuan. Jadi pendistribusian tidak bisa diberikan sekaligus di semua tempat. Meski begitu kami berusaha untuk membantu dengan segala upaya yang kami punya," tandas Walikota.
Kemudian Walikota juga menginformasikan bahwa Pos Komando Tanggap Darurat Bencana kota Manado terletak di lantai dua di kantor Walikota Manado. "Posko pengendalian banjir pemkot terdapat di kantor Walikota terletak di lantai dua di pendopo kantor Walikota. Posko ini dibentuk sebagai pedoman tanggap darurat bencana, dimaksudkan sebagai panduan BNPB/BPBD , instansi/lembaga/organisasi terkait, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia dalam penanganan tanggap darurat bencana, serta bertujuan agar semua pihak terkait tersebut dapat melaksanakan tugas penanganan tanggap darurat bencana secara cepat, tepat, efektif, efisien, terpadu dan akuntabel," jelas Walikota.
Mengakhiri kata-kata penguatan dan penghiburan, sebagai bentuk keprihatian dan kepedulian, Walikota atas nama pemerintah kota Manado, memberikan bantuan dana duka untuk meringankan beban keluarga. "Sekali lagi kami mengungkapkan turut prihatin dan berduka cita yg mendalam. Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian pemkot Manado untuk meringankan beban keluarga, pemkot Manado memberi bantuan duka sebesar 10 juta," pungkas Walikota.(luq)
