Header Ads

Hadapi Pandemi, Sulut Pemprov Tetap Konsisten Menjalankan Program Pembangunan

Jurnal Manado - Covid-19 masih berlanjut, ada beberapa Kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah, baik Provinsi maupun Kab/Kota. Koordinasi itu penting, sehingga ketika ada aturan yang di berlakukan tidak ada yang merasa ter pinggirkan apalagi merusak tatanan.
Pemprov Sulawesi Utara Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, dalam memutus mata rantai pandemi, tetap konsisten,  bekerja secara profesional,  terprogram dan terukur. Kebijakan yang diambil selalu melibatkan semua yang terkait, dan yang berkompeten dibidang nya.
Penerapan setiap Kebijakan terupdate dan terupgrade, dengan melihat perkembangan, yang setiap langkah di koordinasikan  dengan pemerintah Pusat. Berbagai kegiatanpun terus dilakukan untuk kemajuan sulawesi utara diantaranya Gubernur Sulut Olly Dondokambey mendukung penuh kegiatan Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu ia nyatakan saat mengikuti kegiatan sosialisasi korsupgah tahun 2020 lewat video conference yang digelar KPK, Senin (4/5/2020).
Vidcon tersebut diikuti Korwilgah 3 KPK (DKI Jakarta, Aceh, NTB dan Sulut) Aida Ratna Zulaiha, Sekprov Edwin Silangen dan para pejabat Pemprov Sulut.

Adapun kedelapan bidang yang dimonitor oleh KPK lewat aplikasi Monitoring Center Prevention (MCP) adalah Perencanaan dan Penganggaran APBD; Pengadaan Barang dan Jasa; Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Kapabilitas APIP; Manajemen ASN; Tata Kelola Dana Desa; Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Manajemen Aset Daerah. Selain itu Gubernur melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan di daerah dan penanganan dampak Covid-19 melalui Video Conference (Vidcon) di Manado, Rabu (20/5/2020).
Dalam pertemuan secara online nampak hadir jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen serta para bupati dan walikota se Sulut. Pun pada Selasa (19/5/2020), gubernur menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Sulut,  dengan agenda Penutupan Masa Persidangan Pertama Tahun 2020 sekaligus Penyampaian Laporan Kinerja Alat Kelengkapan DPRD dan Pembukaan Masa Persidangan Kedua Tahun 2020 serta Penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses I Tahun 2020. Ia mengapresiasi harmonisasi kinerja Pemprov Sulut dan DPRD yang telah tercipta dan terus teraktualisasi sepanjang tahun 2020 dengan bekerja keras dan bekerja bersama untuk menangani pandemi covid-19 dan memulihkan Sulut dalam setiap sektornya yang terdampak akibat pandemi covid-19. adapula kegiatan Gubernur yang diwakili oleh Wakil Gubernur Steven O.E. dalam meninjau langsung proses penanganan dan pengangkatan gulma eceng gondok di Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, Rabu (20/5/2020).
Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw mengatakan bahwa Pemprov Sulut berkomitmen mendukung penuh upaya pelestarian Danau Tondano.

“Pengangkatan eceng gondok ini harus diseriusi dan harus ada pengawasan langsung, sehingga apa yang menjadi target kita target dari Pemerintah Provinsi dimana Danau Tondano bersih dari eceng gondok boleh terlaksana,” kata Kandouw.
Tak hanya itu, Kandouw juga optimis bahwa target Danau Tondano bersih dari eceng gondok bakal tercapai. Diketahui, hingga kini luas pembersihan eceng gondok sudah mencapai  100 hektar dari total 300 hektar yang terdapat eceng gondok.
Untuk itu, Pemprov menurunkan lima unit ekskavator dan tiga unit kapal khusus pengangkut eceng gondok serta alat berat untuk membantu mengangkat eceng gondok di Danau Tondano.

Adapun dalam peninjauan ini, Wagub Kandouw didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Sulut Adolf Harry Tamengkel dan jajaran Pemkab Minahasa.

“Dalam situasi dan kondisi sekarang ini, mari kita saling mendukung dalam mengawal pelaksanaan setiap strategi dan kebijakan yang kita tetapkan, serta senantiasa berpedoman pada arahan dan kebijakan Pemerintah Pusat,” ujar Olly.(lipsus)
Diberdayakan oleh Blogger.