Header Ads

Bawaslu Sulut Gelar Media Gathering Netralitas Penyelenggara Pemilu 2020


JurnalManado - Dalam rangka mengeratkan hubungan Bawaslu dengan Media dan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, Bawaslu menggelar  Media Gathering Netralitas Penyelenggara Pemilu Dalam Pilkada Tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Utara, yang dilaksanakan di salah satu hotel di manado, Sabtu (05/09/2020).


Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda menganggap penting digelarnya media gathering yang melibatkan semua media, baik media cetak, elektronik, maupun daring.  mengatakan, momentum ini sangat penting untuk menyamakan persepsi antara lembaga Bawaslu dengan semua awak media.


“Tentunya media gathering ini kita manfaatkan untuk menyamakan persepsi terkait tugas dan fungsi Bawaslu, dan bagaimana peran media yang juga sebagai fungsi kontrol serta penyampaian informasi kepada masyarakat," ujar Malonda saat membuka kegiatan Media Gathering.


Meski demikian, Malonda juga mengingatkan kepada insan pers agar selalu waspada dalam melakukan tugas dilapangan mengingat kondisi saat ini dimana sedang menyebarnya virus covid - 19.



Malonda juga berharap, kegiatan media gathering ini mampu menjaga sinergitas antara Bawaslu dengan media tetap terjalin dan saling mendukung. "Kami memahami dan menyadari banyak hal yang bisa kami lakukan, tapi tanpa adanya suport dari media, maka yang Bawaslu lakukan akan dianggap angin lewat karena tidak tersampaikan ke publik secara luas," harap Malonda. Sembari menambahkan, Bawaslu akan terus bersama media dalam hal pemberitaan.


Sementara, Salah satu pembicara dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilih (DKPP) Republik Indonesia (RI), Alfitra Salam membahas tentang aturan saat Pilkada berlangsung di tengah pandemi Covid-19.


"Bawaslu Sulut harus mempelajari aturan terkait penindakan pelanggaran terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19," katanya. Sembari mencontohkan kejadian di beberapa daerah yang terinformasi banyak melakukan pengumpulan massa saat proses pendaftaran.

Pemateri Akademisi FISIP Unsrat, Ferry Daud Liando menyampaikan tiga hal yang perly diperhatikan dalam menjaga netralitas pilkada, jujur dan adil, pengetahuan, tekanan dan kepentingan serta efek yang terdiri dari potensi konflik dan ketidakpercayaan.

"Ini yang perlu diperhatikan,"kata Liando.(man)


Diberdayakan oleh Blogger.