Header Ads

PT POS Ciptakan Kerumunan,Penyaluran BST Molor Dari Jadwal Yang Dikeluarkan


Jurnal,Mitra - Penyaluran Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) di wilayah kecamatan Tombatu Timur mendapat sorotan oleh berbagai elemen masyarakat Molompar Raya,Mundung Raya dan Esandom Raya.


Diketahui penyaluran BST Selasa 10/11/2020 di bagi 2 Lokasi di kecamatan Tombatu Timur, yaitu untuk lokasi 1 Molompar Raya sesuai Jadwal pukul 14..00-15.00 wita dan untuk lokasi 2 Mundung Raya serta Esandom Raya pukul 15.30-17.00 wita. Namun Penyaluran oleh Pihak PT POS molor sesuai Jadwal yang ditentukan sehingga terjadi Penumpukan/kerumunan dilokasi penyaluran.


Saat dikonfirmasi kepada Pendamping sosial Nova Naray mengatakan bahwa pihak penyalur baru tiba di lokasi pertama di BPU desa Molompar pada pukul 16.09 wita dan di BPU desa Mundung sekitar pukul 18.00 wita "Kami pada prinsipnya sudah bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menghadirkan penerima di dua lokasi, sesuai waktu yang dijadwalkan oleh pihak penyalur," ujarnya.


Sementara itu Kepala Kecamatan Tombatu Timur Olvy Tambajong ketika di konfirmasi terkait terjadinya kerumunan pada penyaluran BST menegaskan bahwa dirinya langsung mengarahkan untuk memperhatikan protokol kesehatan."Saya ketika dapat informasi oleh warga langsung memerintahkan semua aparat desa yang mendampingi penerima untuk jalankan protokol kesehatan, Tetap Menjaga Jarak,Memakai masker serta mencuci tangan yang sudah disiapkan oleh pemdes di BPU Molompar dan Mundung," tegasnya.


Untuk itu dirinya berharap kepada pihak penyalur PT POS untuk komitmen dengan jadwal yang sudah diatur oleh pihaknya "Harusnya PT POS komitmen dengan jadwal yang sudah mereka tentukan,Kalau sesuai jadwal sudah pasti tidak akan terjadi penumpukan yang otomatis terjadi kerumunan, andai sesuai jadwal pasti begitu yang sudah hadir tepat waktu langsung menerima dan balik ke rumah masing-masing,akibat tidak komitmen waktu sehingga terjadi penumpukan," Pungkas Tambajong dengan nada kesal 


Sementara itu warga menyesalkan dengan terjadi kerumunan di lokasi penyaluran karena di tengah Pandemi C19 harusnya tidak boleh terjadi."Padahal pemerintah lagi gencar-gencarnya mensosialisasikan untuk hindar kerumunan," jelas OT Manopo yang diiyakan warga laiinya.(hak)

Diberdayakan oleh Blogger.