Iklan

May 6, 2022, 06:34 WIB
Last Updated 2022-05-06T13:35:37Z
NasionalUtama

Sejarah Yang "Terlupakan" di Tanah Sulawesi

Kanjeng Pangeran Panji Kusumo Wicitro. Surat Keterangan Dari Keraton
Jurnal Manado - Keturunan Pangeran Ronggo yang terdiri dari 7 putra dan 4 putri akhirnya kawin kawin dengan warga pribumi. Dan berdasarkan data dari buku silsilah keluarga Raden Danupoyo hanya 5 putra dan 2 putri yang mempunyai keturunan dan menyebar di provinsi Gorontalo dan Sulawesi utara. Ke tujuh itu adalah 

Raden Mas Kodrat Samadikun mendapatkan anak 

1. Raden Mas Tanos

2. Raden Ajeng Sudjilah

3. Raden Ajeng Atip

4. Raden Ajeng Erti

5. Raden Ajeng Erti

6. Raden Mas Kadam


Raden Mas Glembo istri Supita Kiai Mojo, anak :

1. Raden Mas Slamet

2. Raden Mas Saekan

3. Raden Ajeng Salamah 

4. Raden Mas Samad

5. Raden Ajeng Salimah


Raden Mas Djanoko mendapat anak :

1. Raden Ajeng Kurnisi

2. Raden Ajeng Aisah 

3. Raden Ajeng Surtinah

4. Raden Mas Sudirjo 

5. Raden Mas Haris Munandar 

6. Raden Ajeng Rukmini

7. Raden Ajeng Katrina

8. Raden Mas Abdurahman


Raden Ajeng Bandira suami Raden Mas Amal Kiyai Modjo, anak :

1. Raden Ajeng Aisyah Kiyai Modjo

2. Raden Ajeng Ihasan Kiyai Modjo

3. Raden Mas Ismangun Kiyai Modjo

4. Raden Mas Kiyai Modjo

5. Raden Mas Lamela Kiyai Modjo


Raden Mas Suprapto, Istri Saingrum Asmudrono, anak:

1. Raden Ajeng Aina

2. Raden Mas Adimas

3. Raden Mas Danu Sisworo

4. Raden Ajeng Safirah

5. Raden Ajeng Rowisyah

6. Raden Ajeng Maryam


Raden Ajeng Kandari Danupoyo, anak :

1. Raden Ajeng Danupratista Danupoyo

2. Raden Mas Danuwinata Danupoyo 

3. Raden Ajeng Sudja Kusuma Danupoyo


Raden Mas Danuhardo, anak :

1. Raden Ajeng Aminah

2. Raden Ajeng Asidah 

3. Raden Ajeng Fatimah

4. Raden Ajeng Danupuspita

5. Raden Ajeng Jainun 

6. Raden Ajeng Maharani

7. Raden Mas D. P. M. Saldarmo Handoyo

8. Raden Ajeng Silih Rahmani 

9. Raden Mas Sudarkam

Dikisahkan bahwa pada tahun 1963 - 1964 anak ke 9 dari Raden Mas Danuhardo yaitu Raden Mas Sudarkam Danupoyo membawa buku silsilah dari Keraton Solo kemudian silsilah tersebut diserahkan ke anak ke 6 dari Raden Mas Janoko dan dari keraton dikeluarkanlah SK tertanggal 20 April 1905 yang menyatakan keturunan dari Pangeran Ronggo Danupoyo. 

"Kami anak keturunannya berkeinginan untuk mendapatkan pengakuan bahwa benar keturunan Pangeran Ronggo Danupoyo. Sebab asal usul keturunan itu sangat penting sehingga kita tahu kenapa sampai menggunakan marga seperti itu, " ungkap perwakilan dari kerukunan Raden Danupoyo. 

Tekad dari keturunan Pangeran Ronggo Danupoyo juga yaitu salah satunya untuk mengangkat harkat dan martabat keluarga besar Raden Danupoyo yang ada di Gorontalo dan Sulawesi Utara. 

"Kami sampai hari ini terus berupaya untuk menyatukan keluarga besar ini, " ungkap Raden Mas Ario anak dari Raden Mas Adlan, cucu dari Raden Mas Sekan Danupoyo. 

Terkait dengan harapan silsilah kata Ario, "Kami menggantung harapan besar dari pihak keraton untuk mengeluarkan keabsahan".

Kanjeng Pangeran Panji Kusumo Wicitro saat ditemui di Pendopo Keraton Surakarta, Kamis (05/05/2022) mengatakan bahwa pada jaman penjajahan banyak pejuang terutama para pimpinan keraton diasingkan belanda. 

Meski demikian Pangeran keraton ini menyatakan bahwa dalam kepengurusan keabsahan silsilah ada beberapa tahap yang harus dilewati. 

"Memang penggunaan Raden Mas harus memiliki izin atau silsilah yang jelas dari keturunan siapa. Nah untuk diakuinya harus ada pengakuan melalui proses salah satunya Pikukuh (saksi) dari Keraton Surakarta Hadiningrat," ujarnya. 

(Suratman)