Iklan

April 9, 2026, 05:15 WIB
Last Updated 2026-04-09T12:15:00Z
NasionalPemerintahanUtama

Gubernur Yulius Selvanus Buka Musrenbang RKPD 2027, Fokus Transformasi Ekonomi dan Efisiensi Fiskal


Jurnal Manado – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026).

Forum ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan visi pusat dan daerah demi kemajuan Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa tahun 2027 adalah periode krusial untuk mempercepat peletakan fondasi transformasi menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. 

Terdapat delapan misi utama yang ditekankan, mulai dari pemberantasan KKN dan narkoba, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan ketahanan pangan dan energi.

“Perencanaan tahun 2027 harus menjawab tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik, serta tantangan nasional terkait ketimpangan ekonomi,” ujar Yulius.

Menyikapi ruang fiskal yang diprediksi menyempit akibat penurunan pendapatan dan potensi defisit pada 2025-2027, Gubernur menginstruksikan langkah efisiensi belanja. Ia mendorong jajarannya untuk kreatif mencari sumber pendanaan alternatif di luar APBD.


"Diperlukan penguatan pendapatan daerah dan peningkatan kualitas belanja yang lebih terfokus. Kita juga harus memanfaatkan skema CSR, KPBU, dan dana hibah," tegasnya.


Pemerintah Provinsi menetapkan target makro yang cukup ambisius untuk tahun 2027, di antaranya pertumbuhan ekonomi di angka 6,7 – 7,7% dan penurunan angka kemiskinan menjadi 5,02 – 5,42%. 

Selain itu, integritas birokrasi ditargetkan mencapai indeks 80 dalam survei KPK.


Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan Maruarar Sirait. 

Kehadiran dua menteri ini diharapkan memperkuat sinergi proyek strategis nasional di Sulawesi Utara. 

Gubernur pun meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota memastikan program kerja mereka sinkron agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat. 

(*)